Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:05 WIB
Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutan dalam peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
  • Utang pemerintah tembus Rp9.637,9 T (40,46% PDB) per akhir Desember 2025.
  • Moody's ubah prospek RI jadi negatif; Menkeu Purbaya tetap optimistis ekonomi melaju.
  • Pemerintah jamin komitmen dan kemampuan bayar utang meski ada sentimen negatif.

Suara.com - Posisi utang pemerintah Indonesia kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada penghujung tahun 2025. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total utang per 31 Desember 2025 mencapai Rp9.637,90 triliun.

Angka tersebut setara dengan rasio 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dibandingkan dengan posisi per 30 September 2025 yang sebesar Rp9.408,64 triliun, terjadi lonjakan utang sebesar Rp229,26 triliun hanya dalam kurun waktu satu kuartal.

Dikutip dari laman resmi DJPPR, Jumat (13/2/2026), struktur utang pemerintah masih didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.387,23 triliun atau mencakup 87,02 persen. Sementara sisanya berasal dari pinjaman sebesar Rp1.250,67 triliun (12,98 persen).

Kenaikan utang ini bertepatan dengan sorotan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, yang menurunkan prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak tenang dan optimistis.

"Ya biar saja seperti itu. Yang jelas kan, ekonomi kita sudah berbalik arah lebih cepat daripada sebelumnya. Ke depan akan membaik juga, lebih bagus lagi saya pikir pertumbuhan akan lebih cepat," ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Purbaya meyakini Moody’s akan memberikan penilaian yang lebih adil seiring berjalannya waktu. Ia tidak menampik bahwa program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menjadi salah satu variabel yang memicu keraguan lembaga pemeringkat tersebut terhadap fiskal Indonesia.

Meski prospek investasi dibayangi sentimen negatif, Bendahara Negara menegaskan bahwa kemampuan membayar utang Indonesia tidak perlu diragukan. Menurutnya, pemerintah memiliki komitmen sekaligus kemampuan finansial yang mumpuni.

"Lembaga pemeringkat sebetulnya menilai untuk melihat apakah kita mampu bayar utang atau mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhin, jadi harusnya enggak ada masalah. Ini saya pikir hanya jangka pendek saja ya," imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa fundamental ekonomi pada kuartal IV-2025 menunjukkan tren penguatan. Hal ini dianggap sebagai modal kuat untuk menepis kekhawatiran pasar maupun investor asing.

"Kalau orang yang penakut ya akan takut. Tapi selama mereka lihat fondasi ekonomi kita membaik, tidak ada alasan ketakutan kita enggak bisa bayar atau enggak mau bayar utang," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HUT ke-58 Fraksi Golkar, Bahlil Kumpulkan Para Mantan Ketum di Senayan Termasuk Setnov

HUT ke-58 Fraksi Golkar, Bahlil Kumpulkan Para Mantan Ketum di Senayan Termasuk Setnov

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:00 WIB

Geram MBG Disebut Pemborosan, Prabowo: Ini Hasil Efisiensi, kalau Tak Dihemat Akan Dikorupsi

Geram MBG Disebut Pemborosan, Prabowo: Ini Hasil Efisiensi, kalau Tak Dihemat Akan Dikorupsi

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:20 WIB

Prabowo Simpan Video-Video Penghina MBG: Mau Ditonton Setiap Malam!

Prabowo Simpan Video-Video Penghina MBG: Mau Ditonton Setiap Malam!

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:13 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB