Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:34 WIB
Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) [Suara.com]
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalokasikan Rp450 miliar untuk diversifikasi bisnis serius ke sektor pertambangan emas Gayo.
  • Hingga September 2025, laba bersih DEWA meningkat signifikan menjadi Rp239 miliar setelah penyesuaian ekuitas.
  • DEWA melakukan pembelian kembali saham senilai Rp819 miliar dan mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp750.

Suara.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang dikenal sebagai penyedia jasa pertambangan ini dilaporkan tengah serius menggarap diversifikasi bisnis ke sektor logam mulia.

Tidak tanggung-tanggung, perseroan telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp450 miliar khusus untuk menyokong ambisi ekspansi di lini bisnis emas.

Langkah ini dipandang sebagai katalis positif atau amunisi tambahan bagi pergerakan saham DEWA, terutama setelah pasar sempat bereaksi terhadap pengumuman terkait indeks MSCI beberapa waktu lalu.

Fokus utama ekspansi ini tertuju pada aset tambang emas Gayo. Menurut riset terbaru dari Henan Putihrai Sekuritas (HPS), proses eksplorasi di tambang tersebut berjalan sesuai jadwal hingga periode kuartal IV-2025.

Perusahaan saat ini sedang memasuki fase krusial, termasuk dalam tahap revaluasi aset yang diproyeksikan memberikan gambaran nilai fundamental yang lebih akurat bagi para pemegang saham.

Target jangka menengah DEWA telah terstruktur dengan rapi. Eksplorasi tahap kedua dijadwalkan selesai pada semester pertama tahun 2026, mencakup area eksplorasi seluas 30.000 meter. 

“Ini akan diiikuti oleh fase final eksplorasi dengan cakupan luas 50 ribu meter, setelah manajemen mendeklarasikan cadangan JORC. Fasilitas pemrosesan emas ditargetkan tahun 2028,” tulis HPS dikutip, Jumat (13/2/2026).

Dari sisi fundamental keuangan, performa DEWA menunjukkan pemulihan yang sangat signifikan. Hingga September 2025, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,65 triliun, tumbuh tipis 2,8% secara tahunan. Namun, sorotan utama tertuju pada angka laba bersih yang melesat dari hanya Rp9,5 miliar menjadi Rp239 miliar. Pencapaian ini sudah memenuhi sekitar 73% dari total proyeksi tahunan yang ditetapkan oleh analis.

Keberhasilan ini didukung oleh penyesuaian ekuitas yang telah mendapatkan persetujuan, sehingga posisi laba ditahan kini lebih mencerminkan kinerja fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Selain itu, likuiditas perusahaan semakin tebal setelah berhasil mengamankan pinjaman sindikasi dari Bank Mandiri dan BCA senilai Rp5 triliun.

Suntikan modal ini menjadi bukti kepercayaan perbankan terhadap stabilitas arus kas DEWA.

Menghadapi volatilitas harga saham yang cukup tinggi, manajemen DEWA mengambil langkah agresif dengan melakukan pembelian kembali (buyback) saham di pasar reguler.

Hingga saat ini, perusahaan telah merealisasikan pembelian sebanyak 1,42 miliar lembar saham dengan total serapan dana mencapai Rp819 miliar.

Secara keseluruhan, DEWA telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp950 miliar untuk aksi korporasi ini. Salah satu transaksi signifikan tercatat pada 6 Januari 2026, di mana perseroan memborong 418,6 juta saham pada level harga Rp645 per unit.

Target Harga DEWA Menuju Rp750

Meskipun saat ini saham DEWA diperdagangkan dengan rasio Price to Earnings (PER) yang cukup premium, yakni mencapai 65 kali—jauh di atas rata-rata sektor kontraktor tambang yang berada di level 34 kali—analis Henan Putihrai Sekuritas tetap optimis.

HPS mempertahankan rekomendasi beli (BUY) untuk saham DEWA dengan target harga yang cukup ambisius di level Rp750. Jika dibandingkan dengan harga perdagangan saat ini yang berada di kisaran Rp610, terdapat potensi kenaikan (upside) yang menarik bagi para investor jangka panjang.

Premium pada valuasi PER dinilai wajar oleh pasar mengingat potensi lonjakan pendapatan dari sektor emas dan efisiensi yang terus membaik pada lini bisnis kontraktor utamanya.


DISCLAIMER: Ulasan ini merupakan rangkuman berita bisnis mengenai rencana ekspansi dan aksi korporasi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) per Februari 2026. Investasi di pasar saham memiliki risiko volatilitas harga yang tinggi. Angka target harga dan analisis yang disajikan berdasarkan riset pihak ketiga dan bukan merupakan jaminan keuntungan di masa depan. Investor sangat disarankan untuk melakukan riset mendalam secara mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI

Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:04 WIB

Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?

Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:59 WIB

Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden

Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:39 WIB

Asing Tetap Borong Saham-saham Ini Meski IHSG Tertekan, Cek Rekomendasi Hari Ini

Asing Tetap Borong Saham-saham Ini Meski IHSG Tertekan, Cek Rekomendasi Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:14 WIB

Nagita Slavina Mau Caplok Saham VISI, Siap-siap Dapat Utang

Nagita Slavina Mau Caplok Saham VISI, Siap-siap Dapat Utang

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:10 WIB

Perusahaan Global Berebut Proyek Energi Hijau Indonesia, Saham-saham Ini Ikut Menguat

Perusahaan Global Berebut Proyek Energi Hijau Indonesia, Saham-saham Ini Ikut Menguat

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 06:04 WIB

Terkini

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:34 WIB

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:01 WIB

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB