- Sebanyak 24 perusahaan internasional dari Prancis, Jepang, Singapura, Hong Kong, dan China lolos tender proyek PSEL yang dikelola Danantara.
- Proyek Waste-to-Energy (WtE) ini dilaksanakan di empat wilayah, yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta, dengan target pemenang di Februari 2026.
- Perusahaan peserta wajib membentuk konsorsium guna menjamin transfer teknologi kepada mitra lokal serta memastikan tata kelola proyek yang kuat.
Wangneng Environment merupakan perusahaan pengolahan limbah asal Huzhou, China, yang beroperasi sejak 2012. Lini bisnisnya mencakup pemanfaatan limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, hingga daur ulang karet.
Saat ini, perusahaan mengelola 98 entitas, termasuk lima anak perusahaan mancanegara di Thailand, Kamboja, Australia, dan Singapura.
Fokus utama Wangneng adalah teknologi Waste-to-Energy (WtE) yang mengubah limbah padat menjadi energi listrik atau panas melalui proses pembakaran, gasifikasi, dan bioteknologi.
Perusahaan mengklaim mampu menghasilkan 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun, yang setara dengan konsumsi listrik untuk sekitar 2,53 juta rumah tangga di Indonesia.
Sebagai salah satu peserta tender WtE, Wangneng Environment berencana membentuk konsorsium dengan mitra lokal, baik dari unsur BUMN, BUMD, maupun swasta nasional.
Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan tender dan mengimplementasikan proyek di sejumlah kota di Indonesia.
3. Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd
Zhejiang Weiming Environment Protection merupakan salah satu pemain utama dalam teknologi dan operasional Waste-to-Energy (WtE) asal China.
Di Indonesia, perusahaan ini telah memiliki rekam jejak melalui anak perusahaannya, Weiming Equipment, yang memasok peralatan insinerator untuk kawasan industri Qingshan Park (Shanghai Dingxin Investment).
Layanan Weiming mencakup seluruh rantai bisnis WtE, mulai dari desain, investasi, konstruksi, hingga manufaktur dan pemasangan peralatan insinerasi.
Pada tahun 2023, perusahaan mencatat total produksi listrik sebesar 3,85 miliar kWh yang mayoritas dihasilkan dari fasilitas WtE mereka.
Weiming telah melakukan serangkaian penjajakan strategis di beberapa daerah. Di Bali, Weiming menawarkan kerja sama investasi senilai 225 juta dolar AS melalui skema Build-Own-Operate (BOO) untuk pengelolaan sampah.
Sementara di Jawa Barat mereka menjajaki penggunaan teknologi insinerasi untuk TPPAS Cirebon Raya melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kemenko Marves.
4. SUS Indonesia Holding Limited.
Meskipun menggunakan nama identitas lokal, SUS Indonesia Holding Limited merupakan entitas yang terdaftar di China dan mulai beroperasi pada 19 Juli 2022.