- Sandiaga Uno dorong 50 brand lokal Rocket Incubation 2026 tembus pasar internasional.
- Program fokus mengubah mentalitas pemuda dari mustahik menjadi muzakki (naik kelas).
- Kolaborasi YABN, Sandination, dan ULM siapkan ekosistem mentoring dan akses pendanaan.
Suara.com - Pendiri Yayasan Indonesia Setara sekaligus Founder Sandination Academy, Sandiaga Salahuddin Uno, memacu semangat puluhan wirausaha muda peserta Onboarding Beasiswa Youthpreneurship Rocket Incubation by YABN 2026 untuk berani "naik kelas".
Sandiaga menekankan pentingnya transformasi mentalitas dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat, sesuai tema besar program: From Mustahik To Muzakki.
"Saya berharap ada silaturahmi ekonomi yang action oriented, termonitor, dan terukur. Integrasi program melalui mentoring, coaching, hingga akses pasar dan pendanaan harus bermuara pada satu tujuan: go global," ujar Sandiaga dalam sesi Zoom Meeting yang diikuti 50 brand terpilih dikutip Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menyasar mahasiswa penerima beasiswa IBFL dan alumni inkubator bisnis. Sandiaga optimistis angkatan 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya.
"Pada Rocket tahun lalu, ada 250 brand yang sudah terakselerasi dan go internasional. Saya berharap lulusan program 2026 ini bisa mengikuti jejak sukses mereka," tambahnya.
Ia juga berpesan agar para pengusaha muda menjaga kesehatan fisik sebagai modal utama kepemimpinan. "Minimal 20-30 menit olahraga setiap hari. Dengan agility dan integritas, pengusaha muda bisa berubah dari tangan di bawah menjadi tangan di atas," tegasnya.
Perwakilan YABN, Zuraida Murdia Hamdie, menyebut program ini sebagai investasi strategis untuk mencetak pemimpin masa depan. Senada, Wakil Rektor IV ULM, Yusuf Azis, menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan ekosistem inkubasi.
"Kami mendukung penuh proses ini dan mendorong peserta disiplin mengikuti seluruh tahapan agar siap bersaing di pasar global," kata Yusuf.
Selama enam bulan ke depan, para peserta akan menjalani pendampingan intensif yang mencakup pembinaan karakter, penguatan model bisnis, hingga akses jejaring nasional. Sesi onboarding ini menjadi gerbang awal bagi para pemuda untuk mengubah inovasi lokal menjadi kekuatan ekonomi nasional.
Baca Juga: Cerita Mantan Tentara Jerman Banting Setir jadi Pengusaha Properti di RI