Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal

Achmad Fauzi

Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:53 WIB
Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota, membenarkan impor 105.000 unit truk dari India.
  • Impor dilakukan agar tidak mengganggu suplai industri logistik lokal yang memiliki keterbatasan produksi tahunan.
  • Langkah ini bertujuan menciptakan kompetisi sehat dan menawarkan alternatif kendaraan dengan harga lebih terjangkau kepada masyarakat.

Suara.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota atau Joao Mota membenarkan perseroan telah mengimpor truk dari India. Setidaknya, Agrinas Pangan memesan truk sebanyak 105.000 unit.

Joao Mota menjelaskan, alasan utama perseroan lebih memilih impor agar tidak mengganggu industri logistik yang membutuhkan banyak kendaraan truk.

"Alasan pertamanya, karena produksi lokal selama ini kan 70.000, sehingga kalau kita ambil semua di lokal nanti itu kan mengganggu industri logistik yang lain-lainnya. Sehingga untuk menjaga harmonisasi," ujarnya saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)
Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)

Menurut Joao, upaya ini juga memberikan alternatif kepada masyarakat untuk mendapatkan kendaraan truk yang dengan harga yang sesuai.

"Kita buka ruang untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar punya alternatif-alternatif. Sehingga, kita bisa mendapatkan kendaraan dengan harga yang fair. Apakah harga merek-merek lain kompetitor yang selama ini itu worth it sesuai dengan sesuai dengan nilai dari uang," ucapnya.

Joao Mota menuturkan, dengan langkah ini sebenarnya menciptakan kompetisi secara sehat. Sehingga, pihaknya akan mendapatkan truk dengan kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau.

"Jadi, kita membuka ruang untuk ada kompetisi dan ada ini sih orang beli mobil itu juga ada fair price money value itu menjadi sesuai dengan apa yang kita spending gitu. Karena, mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini nggak sebanding sama sekali. Sedangkan, harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu," bebernya.

Sebelumnya, Agrinas Pangan mengimpor sebanyak 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat industri kendaraan niaga di Indonesia berdarah-darah di dua tahun terakhir.

Agrinas Pangan mengimpor 35.000 unit pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors India.

baca juga

"Kami senang bisa mendukung program Koperasi Indonesia lewat kemitraan dengan Agrinas Pangan Nusantara," kata CEO Automotive Division, Mahindra & Mahindra Ltd Nalinikanth Gollagunta dalam siaran pers di awal Februari.

Dari Mahindra, Agrinas akan membeli pikap Scorpio Double Cabin yang dipacu mesin turbo diesel 2,2 liter dengan transmisi manual enam percepatan. Sementara dari Tata Motors, Agrinas akan mengimpor pikap jenis Yodha dan truk Ultra T.7.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:33 WIB

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:14 WIB

Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen

Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Bersama Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Menuju Kancah Internasional

Bersama Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Menuju Kancah Internasional

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:16 WIB

Bulog Gerak Cepat Tindaklanjuti Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Gudang Karawang

Bulog Gerak Cepat Tindaklanjuti Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Gudang Karawang

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:02 WIB

UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional

UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:37 WIB

Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok

Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:20 WIB

Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?

Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:15 WIB

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:07 WIB

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:02 WIB

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:42 WIB

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:41 WIB

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:08 WIB

×