Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:01 WIB
Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Ilustrasi. Bertempat di Balai Desa Lajer, Kecamatan Ambal, sebanyak 37 pelaku UMKM sektor kerajinan digembleng dalam pelatihan intensif pembuatan produk inovatif berbahan pelepah pisang pada 16-17 Januari 2026. Foto ist.
baca 10 detik
  • Transformasi pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi di Kebumen.
  • Program Desa EMAS 2026 fokus pada pelatihan, akses pasar, dan inkubasi UMKM.
  • Pemberdayaan perempuan desa sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi lokal.

Suara.com - Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 resmi bergulir di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Inisiatif yang dimotori oleh INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara (YIS) ini membidik akselerasi ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi potensi lokal.

Bertempat di Balai Desa Lajer, Kecamatan Ambal, sebanyak 37 pelaku UMKM sektor kerajinan digembleng dalam pelatihan intensif pembuatan produk inovatif berbahan pelepah pisang pada 16-17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi gong pembuka rangkaian pendampingan ekonomi selama enam bulan ke depan.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah menciptakan peluang pendapatan baru dengan memanfaatkan komoditas yang selama ini terabaikan.

"Harapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi masyarakat desa, khususnya Desa Lajer, Pagedangan, dan Sinungrejo," ujar Sandiaga dalam keterangannya, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Sandiaga optimistis pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa. Menurutnya, intervensi berupa pelatihan dan pembukaan akses pasar adalah kunci agar produk kerajinan Kebumen mampu bersaing di skala nasional.

"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," tambahnya.

Senada dengan Sandiaga, Kepala Disperindag KUKM Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi menyambut positif kolaborasi ini. Ia melihat Desa EMAS sangat relevan mengingat Kebumen memiliki 449 desa dengan potensi ekonomi yang besar namun belum tergarap maksimal.

"Kami siap memberikan dukungan penuh melalui kolaborasi dengan Dekranasda dan program inkubasi bisnis untuk sinkronisasi tujuan pemberdayaan ekonomi kerakyatan," tegas Haryono.

Di sisi lain, Ketua Dekranasda Kabupaten Kebumen, Nurjannah Zaeni Miftah menyoroti aspek ekonomi kreatif dan lingkungan. Melimpahnya pohon pisang di Kebumen menjadikan pelepah pisang sebagai bahan baku yang strategis untuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi.

baca juga

"Program ini strategis untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai jual. Selain menciptakan lapangan kerja baru, ini membantu ibu rumah tangga menjadi lebih berdaya secara finansial," pungkas Nurjannah.

Langkah ini diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di desa-desa lain guna menekan angka pengangguran serta memperkuat struktur ekonomi daerah di Jawa Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berulang Tahun, Data Tunggal DTSEN Genap 1 Tahun

Berulang Tahun, Data Tunggal DTSEN Genap 1 Tahun

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:56 WIB

Gegara Intervensi BI, Rupiah Berjaya di Jumat Sore ke Level Rp 16.888/USD

Gegara Intervensi BI, Rupiah Berjaya di Jumat Sore ke Level Rp 16.888/USD

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:13 WIB

BRI Optimistis 2026: 3 Program Dorong Kredit Produktif

BRI Optimistis 2026: 3 Program Dorong Kredit Produktif

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:12 WIB

Terkini

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:44 WIB

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:37 WIB

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

×