Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 23 Februari 2026 | 13:28 WIB
Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri
Ilustrasi tarif AS. [Ist]
baca 10 detik
  • Kebijakan tarif impor tambahan AS berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia, meliputi nilai tukar dan harga barang.
  • Pelemahan perdagangan akibat tarif global berisiko menurunkan neraca perdagangan serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Tekanan cadangan devisa berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, yang kemudian menaikkan harga bahan baku impor di dalam negeri.

Suara.com - Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyebut kebijakan tarif impor tambahan Amerika Serikat (AS) tidak hanya berdampak pada ekspor, tetapi juga berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia.

Menurutnya, efek kebijakan tersebut bisa merembet hingga ke nilai tukar rupiah dan harga barang di dalam negeri. Penerapan tarif global oleh pemerintah AS berisiko menekan arus perdagangan internasional.

Ketika perdagangan melemah, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara eksportir, tetapi juga pada indikator makroekonomi.

"Jadi secara makro, kebijakan ini dapat menurunkan neraca perdagangan Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," kata Nailul kepada Suara.com, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, penurunan kinerja perdagangan berpotensi memengaruhi posisi cadangan devisa Indonesia. Jika penerimaan devisa dari ekspor berkurang, maka ruang stabilisasi ekonomi juga ikut menyempit.

"Selain itu, cadangan devisa bisa tertekan sehingga memengaruhi nilai tukar," ujarnya.

Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]
Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]

Nailul menilai tekanan terhadap cadangan devisa tersebut pada akhirnya dapat berdampak langsung pada pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika devisa melemah, nilai tukar rupiah berisiko ikut tertekan.

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa melemah sehingga barang impor bisa menjadi mahal," ucapnya.

Kondisi ini, lanjut dia, berpotensi memicu efek lanjutan di dalam negeri, terutama bagi sektor industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan harga impor dapat mendorong biaya produksi meningkat.

baca juga

"Barang bahan baku dari impor yang lebih mahal dapat membuat harga dalam negeri juga ikut terdongkrak," jelasnya.

Karena itu, Nailul menilai rangkaian dampak tersebut menunjukkan kebijakan tarif AS tidak hanya berdampak pada perdagangan luar negeri, tetapi juga bisa menjalar hingga ke stabilitas harga domestik.

"Jadi dampaknya masih akan terasa meskipun sudah dibatalkan oleh MA AS," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1422 Harga Makanan Meroket Bulan Ini! Ini Daftar Lengkapnya

1422 Harga Makanan Meroket Bulan Ini! Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 02 September 2025 | 13:46 WIB

Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 09:00 WIB

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 20:59 WIB

Pastikan Ekspor Tembaga ke AS Hasil Hilirisasi, Bahlil: Sesuai Aturan Negara Kita

Pastikan Ekspor Tembaga ke AS Hasil Hilirisasi, Bahlil: Sesuai Aturan Negara Kita

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 17:24 WIB

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:06 WIB

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 09:38 WIB

Terkini

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×