Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 13:28 WIB
Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri
Ilustrasi tarif AS. [Ist]
  • Kebijakan tarif impor tambahan AS berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia, meliputi nilai tukar dan harga barang.
  • Pelemahan perdagangan akibat tarif global berisiko menurunkan neraca perdagangan serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Tekanan cadangan devisa berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, yang kemudian menaikkan harga bahan baku impor di dalam negeri.

Suara.com - Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyebut kebijakan tarif impor tambahan Amerika Serikat (AS) tidak hanya berdampak pada ekspor, tetapi juga berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia.

Menurutnya, efek kebijakan tersebut bisa merembet hingga ke nilai tukar rupiah dan harga barang di dalam negeri. Penerapan tarif global oleh pemerintah AS berisiko menekan arus perdagangan internasional.

Ketika perdagangan melemah, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara eksportir, tetapi juga pada indikator makroekonomi.

"Jadi secara makro, kebijakan ini dapat menurunkan neraca perdagangan Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," kata Nailul kepada Suara.com, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, penurunan kinerja perdagangan berpotensi memengaruhi posisi cadangan devisa Indonesia. Jika penerimaan devisa dari ekspor berkurang, maka ruang stabilisasi ekonomi juga ikut menyempit.

"Selain itu, cadangan devisa bisa tertekan sehingga memengaruhi nilai tukar," ujarnya.

Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]
Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]

Nailul menilai tekanan terhadap cadangan devisa tersebut pada akhirnya dapat berdampak langsung pada pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika devisa melemah, nilai tukar rupiah berisiko ikut tertekan.

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa melemah sehingga barang impor bisa menjadi mahal," ucapnya.

Kondisi ini, lanjut dia, berpotensi memicu efek lanjutan di dalam negeri, terutama bagi sektor industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan harga impor dapat mendorong biaya produksi meningkat.

"Barang bahan baku dari impor yang lebih mahal dapat membuat harga dalam negeri juga ikut terdongkrak," jelasnya.

Karena itu, Nailul menilai rangkaian dampak tersebut menunjukkan kebijakan tarif AS tidak hanya berdampak pada perdagangan luar negeri, tetapi juga bisa menjalar hingga ke stabilitas harga domestik.

"Jadi dampaknya masih akan terasa meskipun sudah dibatalkan oleh MA AS," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1422 Harga Makanan Meroket Bulan Ini! Ini Daftar Lengkapnya

1422 Harga Makanan Meroket Bulan Ini! Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 02 September 2025 | 13:46 WIB

Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 09:00 WIB

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 20:59 WIB

Pastikan Ekspor Tembaga ke AS Hasil Hilirisasi, Bahlil: Sesuai Aturan Negara Kita

Pastikan Ekspor Tembaga ke AS Hasil Hilirisasi, Bahlil: Sesuai Aturan Negara Kita

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 17:24 WIB

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:06 WIB

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 09:38 WIB

Terkini

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:56 WIB

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:57 WIB