Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 23 Februari 2026 | 13:28 WIB
Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri
Ilustrasi tarif AS. [Ist]
baca 10 detik
  • Kebijakan tarif impor tambahan AS berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia, meliputi nilai tukar dan harga barang.
  • Pelemahan perdagangan akibat tarif global berisiko menurunkan neraca perdagangan serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Tekanan cadangan devisa berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, yang kemudian menaikkan harga bahan baku impor di dalam negeri.

Suara.com - Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyebut kebijakan tarif impor tambahan Amerika Serikat (AS) tidak hanya berdampak pada ekspor, tetapi juga berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia.

Menurutnya, efek kebijakan tersebut bisa merembet hingga ke nilai tukar rupiah dan harga barang di dalam negeri. Penerapan tarif global oleh pemerintah AS berisiko menekan arus perdagangan internasional.

Ketika perdagangan melemah, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara eksportir, tetapi juga pada indikator makroekonomi.

"Jadi secara makro, kebijakan ini dapat menurunkan neraca perdagangan Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," kata Nailul kepada Suara.com, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, penurunan kinerja perdagangan berpotensi memengaruhi posisi cadangan devisa Indonesia. Jika penerimaan devisa dari ekspor berkurang, maka ruang stabilisasi ekonomi juga ikut menyempit.

"Selain itu, cadangan devisa bisa tertekan sehingga memengaruhi nilai tukar," ujarnya.

Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]
Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]

Nailul menilai tekanan terhadap cadangan devisa tersebut pada akhirnya dapat berdampak langsung pada pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika devisa melemah, nilai tukar rupiah berisiko ikut tertekan.

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa melemah sehingga barang impor bisa menjadi mahal," ucapnya.

Kondisi ini, lanjut dia, berpotensi memicu efek lanjutan di dalam negeri, terutama bagi sektor industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan harga impor dapat mendorong biaya produksi meningkat.

baca juga

"Barang bahan baku dari impor yang lebih mahal dapat membuat harga dalam negeri juga ikut terdongkrak," jelasnya.

Karena itu, Nailul menilai rangkaian dampak tersebut menunjukkan kebijakan tarif AS tidak hanya berdampak pada perdagangan luar negeri, tetapi juga bisa menjalar hingga ke stabilitas harga domestik.

"Jadi dampaknya masih akan terasa meskipun sudah dibatalkan oleh MA AS," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1422 Harga Makanan Meroket Bulan Ini! Ini Daftar Lengkapnya

1422 Harga Makanan Meroket Bulan Ini! Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 02 September 2025 | 13:46 WIB

Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 09:00 WIB

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 20:59 WIB

Pastikan Ekspor Tembaga ke AS Hasil Hilirisasi, Bahlil: Sesuai Aturan Negara Kita

Pastikan Ekspor Tembaga ke AS Hasil Hilirisasi, Bahlil: Sesuai Aturan Negara Kita

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 17:24 WIB

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:06 WIB

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 09:38 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×