Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:39 WIB
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
Rokok elektronik (shutterstock)
  • ARVINDO wajibkan cek KTP di toko vape untuk cegah pembeli di bawah 21 tahun.
  • Vape didorong sebagai alat bantu berhenti merokok berbasis harm reduction.
  • GEBRAK ajak pemilik toko vape aktif edukasi bahaya tar dan asap rokok ke konsumen.

Suara.com - Asosiasi Retail Vape Indonesia (ARVINDO) bersama Gerakan Bebas Tar dan Asap Rokok (GEBRAK) melarang penjualan rokok elektronik (vape) bagi siapa pun yang berusia di bawah 21 tahun.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam menekan penyalahgunaan produk tembakau alternatif, sekaligus memastikan pemanfaatannya tepat sasaran, yakni hanya untuk perokok dewasa.

Ketua ARVINDO, Fachmi Kurnia, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh anggota asosiasi untuk patuh pada regulasi. Instruksi ini bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban operasional di lapangan.

“Kami sudah memberikan surat resmi untuk melarang toko vape menjual ke anak di bawah umur dan menghimbau agar terdapat tulisan 21+ di depan toko. Kami akan meminta tanda pengenal (KTP),” ujar Fachmi, Selasa (24/2/2026).

Fachmi menjelaskan, kampanye yang dilakukan asosiasi secara konsisten menekankan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko lebih rendah. Produk ini diposisikan sebagai alat bantu bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok konvensional.

ARVINDO juga berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dapat membuka ruang diskusi berbasis kajian ilmiah dalam merumuskan kebijakan. Menurutnya, pendekatan harm reduction (pengurangan risiko) perlu dipertimbangkan sebagai solusi baru di Indonesia.

“Kami berharap Kemenkes bisa melihat vape sebagai solusi yang berdasarkan penelitian seperti di banyak negara. Kami percaya Kemenkes perlu membuka ruang untuk pendekatan baru, yaitu harm reduction,” tambah Fachmi.

Optimisme ARVINDO dan GEBRAK bukan tanpa alasan. Studi terbaru dari JAMA Network (2025) bertajuk “Prevalence of Popular Smoking Cessation Aids in England and Associations With Quit Success” menunjukkan hasil signifikan.

Penelitian terhadap 25.094 perokok mengungkapkan bahwa rokok elektronik menjadi alat bantu berhenti merokok paling populer (40,2%), selain itu vape memiliki tingkat keberhasilan tertinggi dibandingkan metode lainnya dalam membantu perokok berhenti.

Senada dengan ARVINDO, Ketua GEBRAK, Garindra Kartasasmita, menekankan bahwa toko vape memiliki peran krusial sebagai garda terdepan edukasi. Pemilik vape store diharapkan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjadi mitra informasi bagi masyarakat.

“Komitmen ini penting agar pemilik toko juga mengedukasi konsumennya mengenai bahaya asap rokok dan tar, serta menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok,” tutur Garindra.

Melalui sinergi ini, ARVINDO dan GEBRAK optimistis perlindungan anak dan inovasi pengurangan risiko dapat berjalan beriringan demi menekan prevalensi merokok di Indonesia secara efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata

Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:24 WIB

Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?

Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB

Liquid Vape Dicampur Narkotika, Desakan Aturan Ketat Menggema di Tengah Celah Regulasi

Liquid Vape Dicampur Narkotika, Desakan Aturan Ketat Menggema di Tengah Celah Regulasi

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB