Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 24 Februari 2026 | 17:51 WIB
Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati (Kerudung Putih). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Program perbaikan rumah skema gentengisasi di Menteng Tenggulun menargetkan renovasi 52 rumah demi hunian sehat.
  • Penataan kawasan ini didanai CSR gotong royong sekitar Rp5 miliar, dimulai pasca Lebaran 2026.
  • Proyek melibatkan pemerintah, IAI, dan perbankan untuk mengintegrasikan hunian sehat serta penguatan UMKM warga.

Suara.com - Program perbaikan rumah melalui skema gentengisasi mulai dijalankan di kawasan padat penduduk Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Pemerintah menargetkan puluhan rumah warga direnovasi sekaligus menata kawasan agar lebih sehat dan memiliki nilai ekonomi melalui penguatan usaha mikro.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati mengatakan, penataan kawasan ini melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, sektor perbankan, hingga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.

Menurutnya, program ini menargetkan sedikitnya 52 rumah warga untuk direnovasi. Sebagian di antaranya merupakan rumah pelaku usaha mikro yang akan didorong agar lebih produktif.

"Insyaallah nanti ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Dari jumlah itu, 23 rumah milik pelaku UMKM yang rumahnya diperbaiki, dan 10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan. Semua pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong," ujar Sri Haryati di Menteng Tenggulun, Jakarra, Selasa (24/2/2026).

Ilustrasi renovasi rumah desa dalam rangka program 3 juta rumah.
Ilustrasi renovasi rumah desa dalam rangka program 3 juta rumah.

Ia menjelaskan, penataan tidak hanya menyasar bangunan rumah, tetapi juga mencakup lorong kawasan serta pengembangan aktivitas ekonomi warga.

Kawasan ini direncanakan menjadi model Kampung Gotong Royong dengan konsep hunian sehat yang terintegrasi dengan penguatan UMKM.

Selama ini Menteng Tenggulun dikenal sebagai wilayah padat di tengah kawasan elite Menteng. Pemerintah ingin kawasan tersebut tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis warga.

Pendampingan usaha juga disiapkan melalui keterlibatan kelompok profesional perempuan di sektor perbankan atau Ladies Banker. Mereka akan membantu pelaku usaha dalam aspek literasi keuangan, pengelolaan usaha, hingga pengembangan produk.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut akan ikut menata jalur usaha dan koridor lingkungan agar lebih rapi, bersih, dan menarik bagi pengunjung.

baca juga

Sementara itu, Sri Haryati menyebut kebutuhan anggaran program masih dihitung, dengan estimasi awal sekitar Rp5 miliar yang berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan. Pekerjaan fisik direncanakan dimulai setelah Lebaran 2026 dengan target penyelesaian bertahap pada pertengahan tahun.

"Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga membangun semangat gotong royong antarwarga, pemerintah, dan dunia usaha. Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh bagaimana kawasan padat bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi," ucap Sri Haryati.

Mebambahkan, Ketua IAI Jakarta, Teguh Aryanto mengatakan, perbaikan rumah difokuskan pada standar kesehatan hunian. Ia menyebut aspek sanitasi hingga atap menjadi perhatian utama dalam renovasi.

"Kami memperbaiki dari aspek sanitasi, pencahayaan, dan atap rumah. Program Gentengisasi ini mengikuti arahan Bapak Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng, melainkan genteng yang lebih layak dan tahan lama," ujar Teguh.

Ia menambahkan, lebih dari 50 arsitek IAI Jakarta terlibat dalam program tersebut secara sukarela. Mereka membantu penyusunan desain rumah, tata kawasan, hingga estetika lorong agar lingkungan menjadi lebih tertata dan memiliki daya tarik ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan

Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 21:16 WIB

Persiapan Gentengisasi, Menteri PKP Bakal Temui Pengusaha Genteng di Majalengka

Persiapan Gentengisasi, Menteri PKP Bakal Temui Pengusaha Genteng di Majalengka

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:22 WIB

Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!

Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 19:33 WIB

Terkini

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Rudal Houthi Mengincar Khamis Mushait Sebelum Mampu Menembus Pertahanan Udara Arab Saudi

Rudal Houthi Mengincar Khamis Mushait Sebelum Mampu Menembus Pertahanan Udara Arab Saudi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Musim Hujan Mundur hingga Desember, 7 Kabupaten di Jateng Masih Awas Kekeringan

Musim Hujan Mundur hingga Desember, 7 Kabupaten di Jateng Masih Awas Kekeringan

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Waspada Modus Penipuan Dapur MBG, Calon Mitra Dimintai Uang agar SPPG Cepat Buka

Waspada Modus Penipuan Dapur MBG, Calon Mitra Dimintai Uang agar SPPG Cepat Buka

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Cuma 5 Hari! Diskon Kilat 35% Bakcang Mewah Paradise Dynasty Khusus Nasabah BRI

Cuma 5 Hari! Diskon Kilat 35% Bakcang Mewah Paradise Dynasty Khusus Nasabah BRI

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Sinopsis Good Night, Dracin Terbaru Kevin Guo dan Zhang Xue Ying di Youku

Sinopsis Good Night, Dracin Terbaru Kevin Guo dan Zhang Xue Ying di Youku

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:45 WIB

BGN Buka Suara soal Anak Panti Asuhan yang Disebut Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

BGN Buka Suara soal Anak Panti Asuhan yang Disebut Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:39 WIB

×