Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:16 WIB
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
Mantan Wakil Presiden ke-13, Ma'ruf Amin saat ditemui wartawan usai di Jakarta Selatan pada Rabu (25/2/2026). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
  • Ma'ruf Amin menyatakan ekonomi syariah maju signifikan namun belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat Indonesia.
  • Indonesia menduduki posisi teratas ekonomi halal global dengan aset keuangan syariah nasional bernilai ribuan triliun.
  • Pengelolaan zakat dan wakaf semakin terorganisir, namun kontribusi ekonomi syariah dirasa belum terasa signifikan.

Suara.com - Mantan Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin mengakui ekonomi syariah belum sepenuhnya menjadi budaya di masyarakat Indonesia. Padahal, pertumbuhannya di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. 

"Kita patut bersyukur ekonomi syariah Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Beberapa indikator penting menunjukkan kemajuan tersebut," ujar Ma'ruf Amin dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah di Jakarta yang dikutip pada Rabu (25/2/2026). 

Sejumlah indikator di antaranya, Indonesia menempati posisi strategis dalam ekonomi halal global. Menurutnya, Indonesia secara konsisten berada di urutan teratas. 

Ilustrasi orang beli mobil via kredit syariah. (Suara.com/Gemini AI)
Ilustrasi orang beli mobil via kredit syariah. (Suara.com/Gemini AI)

"Yang kedua, aset keuangan syariah nasional terus meningkat dan lebih. Dan sudah telah mencapai ribuan triliun rupiah dengan pertumbuhan yang stabil setiap tahun," imbuhnya. 

Kemudian, industri halal mengalami perkembangan yang cukup pesat seperti makanan, pariwisata, dan fashion muslim. 

"Pengelolaan zakat dan wakaf semakin terogranisir  dan memiliki potensi besar sebagai instrumen redistribusi ekonomi," kata Ma'ruf Amin. 

Namun demikian, ekonomi syariah di Indonesia menurutnya belum tumbuh sebagai budaya, melainkan hanya sebagai sistem. 

"Kita juga harus jujur mengakui suatu kenyataan, ekonomi syariah telah tumbuh sebagai sistem, tetapi belum sepenuhnya tumbuh sebagai budaya," ujarnya. 

Meskipun ekonomi syariah telah tertuang dalam regulasi dan institusi, menurutnya  keberadaannya belum sepenuhnya meresap ke dalam kesadaran dan perilaku masyarakat.

"Sehingga kontribusi ekonomi syariah seperti ini masih belum terasa signifikan. Inilah tantangan sejarah kita," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!

Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:40 WIB

Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah

Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:33 WIB

Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal

Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 22:28 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang

Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:54 WIB

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:33 WIB

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:32 WIB

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:19 WIB

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:12 WIB

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:42 WIB

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB