Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 20:00 WIB
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
Foreign Ministry Spokesperson Mao Ning [Dubes China untuk RI]
  • China mengkritik ART Indonesia-AS karena Indonesia harus menyelaraskan kebijakan impor restriktif dengan Washington.
  • Kesepakatan ART ditandatangani di Washington DC oleh Prabowo dan Trump pada 19 Februari 2026.
  • Imbalannya, Indonesia mendapat fasilitas tarif nol untuk 1.819 pos tarif serta komitmen beli energi AS US$15 miliar.

Suara.com - Pemerintah China memberikan respons resmi terkait kesepakatan perdagangan resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang baru saja ditandatangani oleh Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Sorotan utama Beijing tertuju pada poin kesepakatan di mana Indonesia berkomitmen untuk menyelaraskan kebijakan pembatasan impornya dengan kebijakan yang diambil oleh Washington terhadap negara ketiga.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi internasional seharusnya tidak bersifat eksklusif.

"China selalu berpandangan bahwa kolaborasi ekonomi dan perdagangan yang saling menguntungkan antarnegara tidak boleh menyasar pihak ketiga mana pun atau merugikan kepentingan negara lain," ujar Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (24/2/2026), seperti yang dikutip dari Antara.

Kekhawatiran China berdasar pada Pasal 5.1 dalam dokumen ART tersebut. Klausul itu menyatakan bahwa jika Amerika Serikat memberlakukan larangan, kuota, atau bea masuk terhadap negara ketiga demi melindungi keamanan nasional atau ekonominya, maka Indonesia akan mendapatkan notifikasi.

Sebagai langkah penyesuaian, Indonesia diwajibkan untuk mengadopsi atau mempertahankan tindakan restriktif yang memiliki efek setara dengan apa yang diterapkan oleh AS.

Selain itu, atas permintaan Gedung Putih, Indonesia akan menindak praktik perusahaan milik negara ketiga yang dianggap tidak adil, termasuk ekspor dengan harga di bawah pasar atau dumping.

Perjanjian yang disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC pada Kamis (19/2/2026) ini membuat AS dan Indonesia memiliki kebijakan pasar baru yang cenderung menguntungkan AS:

  • Fasilitas Tarif 0%: AS menghapus bea masuk untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia. Produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, komponen elektronik, semikonduktor, hingga suku cadang pesawat kini dapat masuk ke pasar AS tanpa tarif.
  • Skema Tekstil dan Garmen: Melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ), produk garmen Indonesia mendapatkan tarif 0% ke AS. Namun, volumenya bergantung pada jumlah bahan baku tekstil (seperti kapas dan serat buatan) yang diimpor Indonesia dari AS.
  • Tarif Resiprokal: Secara umum, AS menerapkan tarif rata-rata sebesar 19 persen untuk produk impor Indonesia, kecuali bagi daftar produk tertentu yang mendapatkan pengecualian.
Prabowo Subianto dan Donald Trump [USTradeRep]
Prabowo Subianto dan Donald Trump [USTradeRep]

Sebagai bagian dari pakta ini, Indonesia memberikan kepastian untuk membeli komoditas energi dari Amerika Serikat dengan total nilai mencapai US$15 miliar (sekitar Rp253,3 triliun). Pembelian ini mencakup:

LPG: US$3,5 miliar.

Minyak Mentah: US$4,5 miliar.

Bensin Hasil Kilang: US$7 miliar.

Secara keseluruhan, komitmen kerja sama perdagangan dan investasi yang disepakati kedua negara mencapai nilai fantastis sebesar US$38,4 miliar atau setara dengan Rp649,42 triliun.

Sementara, untuk diketahui, investasi China di Indonesia adalah salah satu yang paling besar secara nasional, dengan akumulasi mencapai US$36,4 miliar (sekitar Rp578 triliun) sejak 2019 hingga awal 2025.

Fokus utama investasi ada pada hilirisasi industri (logam, EV), infrastruktur, energi, dan properti, dengan komitmen investasi hijau mencapai Rp3.900 triliun dan komitmen tambahan baru senilai US$7,5 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak

Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 19:52 WIB

Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang

Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 19:17 WIB

Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer

Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 19:09 WIB

TKDN Produk AS Dihapus: Menanti Google Pixel dan Turunnya Harga iPhone di Indonesia

TKDN Produk AS Dihapus: Menanti Google Pixel dan Turunnya Harga iPhone di Indonesia

Tekno | Rabu, 25 Februari 2026 | 19:14 WIB

'Cukup Aku WNI', Saat Pesimisme Kolektif Jadi Bahasa Generasi

'Cukup Aku WNI', Saat Pesimisme Kolektif Jadi Bahasa Generasi

Liks | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:52 WIB

PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!

PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB