Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Diprediksi Masih Bullish Panjang, Target Harga Di Atas USD 6.000

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:33 WIB
Emas Diprediksi Masih Bullish Panjang, Target Harga Di Atas USD 6.000
Ilustrasi Emas Batangan. (pixabay.com)
  • Harga emas mencapai USD 5.200 per ons; analis memproyeksikan target USD 6.750 pada Oktober 2026.
  • Peran emas telah berevolusi menjadi lindung nilai sistemik karena rapuhnya fiskal dan ketegangan politik global.
  • Permintaan investasi solid didorong bank sentral negara berkembang, meskipun terdapat potensi hambatan dari kondisi geopolitik.

Suara.com - Harga emas dunia kembali menunjukkan taringnya dengan merangkak ke level USD 5.200 per ons.

Meski angka ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada Januari lalu yang sempat menyentuh USD 5.600, para analis menilai fase konsolidasi saat ini bukan merupakan akhir dari tren kenaikan.

Nicky Shiels, Kepala Riset dan Strategi Logam di MKS PAMP, mengungkapkan bahwa jika merujuk pada standar historis, siklus bull market saat ini sebenarnya masih tergolong "muda".

Dalam laporan terbarunya, Shiels membandingkan lima siklus kenaikan emas dalam 50 tahun terakhir untuk memproyeksikan arah harga ke depan.

Siklus penguatan emas saat ini tercatat telah berjalan selama 39 bulan. Dalam periode tersebut, emas telah melonjak lebih dari 200%, perak naik sekitar 350%, sementara indeks Dolar AS melemah sebesar 13%.

"Secara historis, ini adalah profil performa siklus menengah (mid-cycle). Jika emas mengikuti rata-rata durasi dan performa siklus masa lalu, hal itu mengimplikasikan target harga sebesar USD 6.750 per ons pada Oktober mendatang, bertepatan dengan pemilihan sela di Amerika Serikat," jelas Shiels, dilansir via Kitco pada Kamis (26/2/2026).

Berbeda dengan siklus sebelumnya yang hanya didorong oleh suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi, Shiels menyoroti adanya pergeseran struktural global yang membuat peran emas berevolusi:

  • Rapuhnya Fiskal Global: Beban utang yang melonjak dan defisit yang persisten menciptakan kondisi "dominasi fiskal" yang lebih parah dibanding siklus masa lalu.
  • Polarisasi Politik: Ketegangan politik di AS dan ketimpangan kekayaan global yang melebar memperkuat posisi emas sebagai pelindung nilai.
  • Kekuatan Ekonomi China: Munculnya China sebagai kekuatan ekonomi raksasa memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap pasar komoditas dibandingkan Uni Soviet di era 70-an atau 80-an.

Fenomena ini membuat emas melepaskan korelasi tradisionalnya dengan suku bunga riil dan bertransformasi menjadi alat lindung nilai terhadap sistem keuangan secara luas (hedge to the system).

Permintaan investasi tetap solid dengan bank sentral negara berkembang (Emerging Markets) sebagai jangkar utamanya.

Shiels mencatat adanya potensi akumulasi besar-besaran karena cadangan emas 20 negara berkembang teratas saat ini hanya sekitar 7.500 ton.

Untuk mencapai standar negara maju (G10), dibutuhkan tambahan sekitar 14.500 ton lagi—atau setara dengan enam tahun total pasokan produksi tahunan dunia.

Di sisi ritel, pasar semakin terdiversifikasi. Tingginya minat fisik terlihat dari masifnya penjualan emas di ritel besar seperti Costco, hingga munculnya token digital berbasis emas. Kepemilikan fraksional ini memungkinkan pool modal yang lebih luas untuk berpartisipasi di pasar logam mulia.

Meski prospeknya cerah, Shiels memperingatkan beberapa faktor yang dapat menghambat laju emas, antara lain:

  • Perbaikan kondisi geopolitik yang signifikan.
  • Penguatan Dolar AS yang berkelanjutan (saat ini pelemahan dolar baru mencapai 13%, masih ada ruang untuk melemah lebih dalam).
  • Perubahan drastis pada kebijakan fiskal AS yang lebih disiplin.

Sebagai catatan tambahan, Shiels memprediksi emas akan terus mengungguli perak (outperform). Mengingat laju kenaikan perak saat ini menyerupai siklus 2008-2011, ia menilai perak justru sudah mendekati fase akhir siklus penguatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram

Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 10:18 WIB

Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS

Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:19 WIB

Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram

Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:29 WIB

Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona

Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:52 WIB

Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026

Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:16 WIB

5 Rekomendasi Emas Selain Antam yang Aman dan Terpercaya

5 Rekomendasi Emas Selain Antam yang Aman dan Terpercaya

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:52 WIB

Terkini

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:15 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:07 WIB

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:25 WIB

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:18 WIB

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 20:42 WIB

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:24 WIB