Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

LPDP Ungkap Beasiswa Kini Fokus ke Program STEM, AI-Semikonduktor, hingga Hilirisasi

Dicky Prastya | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 17:11 WIB
LPDP Ungkap Beasiswa Kini Fokus ke Program STEM, AI-Semikonduktor, hingga Hilirisasi
Dirut LPDP Sudarto saat ditemui di Media Briefing yang digelar di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • LPDP mentransformasi kebijakan beasiswa menjadi berorientasi dampak, fokus pada bidang strategis seperti STEM dan industri selama periode 2021–2026.
  • LPDP mengakselerasi perluasan akses melalui program afirmasi untuk pemerataan, menjangkau 14.983 penerima hingga Januari 2026.
  • LPDP memperkuat tata kelola melalui pemantauan berkala dan kerjasama imigrasi guna memastikan akuntabilitas penerima beasiswa.

Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan transformasi kebijakan dari pendekatan yang sebelumnya fokus pada akses pendidikan menuju pendekatan yang berorientasi pada dampak.

Direktur Utama LPDP, Sudarto menjelaskan kalau perubahan ini sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021. Kini mereka bergeser dari sekadar akses pendidikan menjadi program yang berorientasi dampak.

“Mulai 2021–2026, program beasiswa diarahkan secara lebih terukur pada bidang-bidang strategis, termasuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), industri pangan dan maritim, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, hilirisasi, manufaktur, material maju, kewirausahaan, dan industri kreatif," kata Sudarto dalam Media Briefing LPDP di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (26/2/2026).

Sudarto menambahkan bahwa penajaman fokus ini diharapkan mampu menjawab tantangan global seperti rendahnya rasio peneliti, kesenjangan daya saing talenta, dan kebutuhan percepatan inovasi untuk mendukung ekonomi berbasis pengetahuan.

Tidak hanya penajaman fokus, dalam kurun 2020–2025 LPDP juga mengakselerasi perluasan akses seperti jumlah penerima beasiswa terus ditingkatkan dan dimaksimalkan.

Sebagai gambaran, jumlah alumni LPDP bertumbuh dari sekitar 11 ribu pada 2019 menjadi sekitar 33 ribu pada 2025. Sementara saat ini terdapat sekitar 38 ribu penerima yang sedang menempuh studi.

Ilustrasi LPDP [Dok. Kemenkeu]
Ilustrasi LPDP [Dok. Kemenkeu]

Sudarto menyebut akselerasi ini ditujukan untuk mempercepat kenaikan rasio lulusan S2/S3 agar sebanding dengan negara-negara maju.

LPDP juga memperkuat komitmen pemerataan akses melalui program beasiswa afirmasi, yang mencakup Putra-Putri Papua, Daerah Afirmasi, kelompok Prasejahtera, Penyandang Disabilitas, serta beasiswa Keolahragaan.

Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi akibat faktor geografis, sosial-ekonomi, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kebutuhan dukungan khusus bagi penyandang disabilitas dan atlet berprestasi.

Selain itu, LPDP memberikan kemudahan persyaratan dan kualifikasi bagi penerima program afirmasi, termasuk penyesuaian kriteria penerimaan dan fleksibilitas dokumen administratif agar lebih inklusif.

Untuk memastikan kesiapan akademik, LPDP juga menyediakan program pengayaan bahasa bagi seluruh penerima beasiswa afirmasi, baik yang melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri. Sehingga mereka dapat belajar dengan lebih percaya diri dan kompetitif.

Hingga Januari 2026, Sudarto menyatakan program afirmasi telah menjangkau 14.983 penerima di 127 kabupaten/kota. Ini menegaskan komitmen LPDP dalam menghadirkan kesempatan pendidikan setinggi-tingginya bagi seluruh anak bangsa.

LPDP juga memperkuat mekanisme pengawasan dan tata kelola untuk memastikan bahwa setiap penerima beasiswa menjalankan kewajibannya secara bertanggung jawab.

Pengawasan dilakukan melalui laporan akademik berkala selama masa studi, yang memungkinkan LPDP memantau perkembangan hasil belajar dan memastikan penerima beasiswa tetap berada pada jalur penyelesaian studi yang tepat waktu.

Untuk memastikan kewajiban kontribusi, LPDP bekerja sama dengan Ditjen Imigrasi dalam pemantauan mobilitas internasional guna memastikan kepatuhan penerima beasiswa terhadap ketentuan keberangkatan dan kepulangan.

Koordinasi juga dilakukan dengan perwakilan RI di luar negeri, baik KBRI maupun KJRI, untuk memantau keberadaan dan kondisi penerima beasiswa selama menjalani studi.

LPDP turut menyediakan kanal pengaduan publik sebagai sarana pelaporan, verifikasi, dan penelusuran informasi dari masyarakat. Sehingga pengawasan dilakukan secara lebih partisipatif dan transparan.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2013, LPDP telah memberikan dampak bagi peningkatan kualitas talenta Indonesia. Hingga 2026, program beasiswa LPDP telah mendukung 58.444 penerima beasiswa gelar, serta 583.171 peserta program kolaborasi dengan Kemendikbud Ristek, dan 42.160 penerima beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Agama.

Dalam bidang penelitian, LPDP telah mendanai 3.861 proyek riset melalui Dana Abadi Penelitian, yang berperan penting dalam memperkuat kapasitas riset nasional.

LPDP juga memberikan pendanaan kepada 23 perguruan tinggi untuk mendorong peningkatan kapasitas menuju world class universities, serta menyalurkan dukungan kepada 3.554 penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan untuk pemajuan kebudayaan dan pelestarian warisan budaya.

Penajaman fokus beasiswa ke bidang-bidang STEM dan industri strategis dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi erat dengan Kemendikti Saintek, Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan BRIN, dengan sasaran akhir membangun satu talent pool nasional yang terintegrasi, menghubungkan lulusan, riset, dan kebutuhan industri secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah

Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:06 WIB

LPDP Mau Gandeng Danantara Siapkan Lapangan Kerja buat Alumni Penerima Beasiswa

LPDP Mau Gandeng Danantara Siapkan Lapangan Kerja buat Alumni Penerima Beasiswa

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:30 WIB

Polemik Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP: Adilkah

Polemik Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP: Adilkah

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:17 WIB

Bukan Alumni LPDP, Cinta Laura Bangun 12 Sekolah Gratis bagi Anak Prasejahtera

Bukan Alumni LPDP, Cinta Laura Bangun 12 Sekolah Gratis bagi Anak Prasejahtera

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:25 WIB

Suami Diminta Kembalikan Beasiswa LPDP, Rupanya Dwi Sasetyaningtyas Punya Gurita Bisnis

Suami Diminta Kembalikan Beasiswa LPDP, Rupanya Dwi Sasetyaningtyas Punya Gurita Bisnis

Video | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:35 WIB

Cinta Laura Kuliah di Mana? Lulus Cum Laude dan Tolak Daftar LPDP

Cinta Laura Kuliah di Mana? Lulus Cum Laude dan Tolak Daftar LPDP

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:19 WIB

Terkini

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:25 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB

OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto

OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 08:56 WIB