Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB
Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk
Nilai tukar rupiah anjlok ke level Rp17.382 per dolar AS pada Kamis pagi, 20 April 2026. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah anjlok ke level Rp17.382 per dolar AS pada Kamis pagi, 20 April 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi saat mayoritas mata uang Asia justru menguat terhadap dolar Amerika Serikat hari ini.
  • Kondisi geopolitik Timur Tengah dan kebijakan blokade Hormuz memicu kekhawatiran investor hingga menekan performa mata uang rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok semakin dalam pada Kamis pagi (20/4/2026) dan mencetak rekor performa terburuk sepanjang masa.

Berdasarkan data Bloomberg nilai tukar rupiah pagi ini berada di zona merah ke level Rp17.382 per dolar AS atau melemah 0,31 persen dari perdagangan Rabu, 29 April 2026 di level Rp17.326. Sedangkan, kurs Jisdor BI menunjukkan mata uang garuda berada di level Rp17.324.

Padahal,mayoritas mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Peso Filipina menguat 0,19 persen, disusul baht Thailand menguat 0,17 persen.

Lalu, ada won Korea menguat 0,12 persen, yen Jepang menguat 0,09 persen. Diikuti dolar Singapura menguat 0,07 persen, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen dan yuan China menguat 0,01 persen.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (30/4/2026) mencetak rekor terburuk sepanjang masa. [Trading View]
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (30/4/2026) mencetak rekor terburuk sepanjang masa. [Trading View]

Sedangkan, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,92, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 98,96.

Pelemahan ini dinilai Analis Doo Financial Futures Lukman Leong sebagai tingginya kekhawatiran pasar terhadap kondisi perdamaoan Timur Tengah yang belum mereda.

"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS oleh kekuatiran investor seputar prospek perdamaian di Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, kenaikan indeks dolar AS merespon hasil FOMC yang lebiih hawkish, dan harga minyak dunia yang kembali naik setelah Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz.

"Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz dengan adanya kesepakatan nuklir," jelasnya.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini masih terus melemah bahkan hingga Rp 17.400 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

Terkini

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:25 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB

OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto

OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 08:56 WIB

Harga Emas Anjlok! Saatnya Borong Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini?

Harga Emas Anjlok! Saatnya Borong Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:56 WIB