Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:42 WIB
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
Ilustrasi Pesawat. (Freepik)
  • Pertamina menyatakan kesiapan memasok Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan (SAF) ke pasar internasional, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik.
  • Pertamina telah mengamankan sertifikasi ISCC untuk seluruh rantai nilai SAF yang diproduksi melalui teknologi *co-processing* di Cilacap.
  • Pengembangan SAF Pertamina fokus pada ekspansi komersial dan mengatasi tantangan ketersediaan bahan baku berkelanjutan seperti minyak jelantah.

Suara.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk memasok bahan bakar pesawat berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke pasar internasional, termasuk wilayah Eropa dan Asia-Pasifik. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan global.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi panel internasional di ISCC Global Sustainability Conference 2026 di Brussel, Belgia, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, kehadiran Pertamina dalam forum ini menunjukkan bahwa Indonesia berperan aktif dalam solusi dekarbonisasi sektor penerbangan global. 

:Kami menyiapkan SAF agar memenuhi spesifikasi teknis dan standar keberlanjutan internasional sehingga siap untuk diekspor," ujar Agung.

Pertamina memastikan seluruh rantai nilai SAF, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses kilang (refining), hingga distribusi, telah mengantongi sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). 

Ilustrasi Pertamina. (pertaminaretail.com)
Ilustrasi Pertamina. (pertaminaretail.com)

Sertifikasi ini diperlukan untuk menjamin ketelusuran bahan baku dan memenuhi standar akuntansi karbon internasional.

"Di luar pasar domestik, kami menargetkan pasar penerbangan regional dan global, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik. Kami siapkan SAF agar siap ekspor dan mampu bersaing, baik dari sisi spesifikasi teknis, keberlanjutan, maupun standar global,” kata Agung.

Saat ini, Pertamina memproduksi SAF melalui teknologi co-processing di Green Refinery Cilacap dengan mencampurkan minyak jelantah (used cooking oil/UCO). 

Produk tersebut memiliki kandungan campuran SAF sebesar 2,4 persen.

Secara operasional, produk ini telah melewati uji teknis pada pesawat Airbus A320-200 milik maskapai Pelita Air Services, baik untuk rute domestik maupun internasional.

Kini, Pertamina tengah melakukan ekspansi skala komersial melalui proyek Biorefinery Cilacap Fase 2 yang ditargetkan mulai beroperasi (on stream) pada tahun 2029.

 Peningkatan kapasitas ini disiapkan untuk mendukung kebijakan mandatori campuran SAF 1 persen pada penerbangan internasional dari Indonesia yang akan dimulai pada 2027.

Agung menekankan bahwa kunci pengembangan SAF terletak pada kepastian regulasi dan harmonisasi standar karbon lintas negara. 

Menurutnya, tantangan utama industri saat ini bukan lagi pada teknologi, melainkan ketersediaan bahan baku berkelanjutan.

"Indonesia memiliki potensi besar dari limbah seperti UCO dan residu Palm Oil Mill Effluent (POME). Jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan sertifikasi yang ketat, limbah ini dapat menjadi sumber pasokan SAF global tanpa mengganggu ketersediaan pangan," kata Agung. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global

Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 21:29 WIB

Pertamina Jamin Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran 2026

Pertamina Jamin Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:58 WIB

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Digelar 26 Februari1 Maret, Penentuan Juara Putaran Kedua

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Digelar 26 Februari1 Maret, Penentuan Juara Putaran Kedua

Sport | Selasa, 24 Februari 2026 | 11:59 WIB

Pengabdian di Garis Depan Energi: Gugurnya Sang Pilot Pembawa BBM Satu Harga

Pengabdian di Garis Depan Energi: Gugurnya Sang Pilot Pembawa BBM Satu Harga

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:55 WIB

PHR Raih Minyak Mentah 1.274 BOPD dari Uji Coba Sumur Libo

PHR Raih Minyak Mentah 1.274 BOPD dari Uji Coba Sumur Libo

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 16:04 WIB

Update Harga BBM Pertamina saat Imlek dan Jelang Ramadan 2026

Update Harga BBM Pertamina saat Imlek dan Jelang Ramadan 2026

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB