Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran

M Nurhadi

Senin, 02 Maret 2026 | 04:10 WIB
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran
Ilustrasi minyak dunia naik [Unsplash/Alex W]
baca 10 detik
  • Perang baru di Timur Tengah menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak 10% menjadi sekitar $80 per barel pada Minggu (1/3/2026).
  • Ancaman utama kenaikan harga adalah ketidakpastian jalur distribusi vital Selat Hormuz yang melayani 20% lalu lintas minyak global.
  • OPEC+ menyetujui peningkatan produksi kecil, namun negara pengimpor kini mengevaluasi cadangan dan mencari sumber pasokan alternatif seperti Rusia.

Suara.com - Dunia kini menghadapi ancaman krisis energi serius setelah pecahnya perang baru di Timur Tengah.

Kelompok pedagang minyak melaporkan bahwa harga minyak mentah jenis Brent melonjak tajam hingga 10% menjadi sekitar $80 per barel dalam perdagangan luar bursa (over-the-counter) pada Minggu (1/3/2026).

Lonjakan ini dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menjerumuskan kawasan tersebut ke dalam konflik bersenjata.

Sebelumnya, harga Brent telah bertengger di level $73 pada Jumat lalu—posisi tertinggi sejak Juli—karena pasar mulai mengantisipasi kemungkinan agresi militer tersebut.

Faktor utama yang menggerakkan kepanikan pasar bukanlah sekadar serangan militer, melainkan ancaman nyata terhadap jalur distribusi.

Selat Hormuz, yang melayani lebih dari 20% lalu lintas minyak global, kini berada dalam kondisi tidak pasti setelah Teheran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melintasi perairan tersebut.

"Serangan militer memang mendongkrak harga, namun faktor penentu utamanya adalah potensi penutupan Selat Hormuz," ujar Ajay Parmar, Direktur Energi di ICIS, seperti yang dikutip dari Reuters pada Minggu (1/3/2026) malam.

Ia memprediksi saat pasar reguler dibuka setelah akhir pekan, harga bisa langsung mendekati atau bahkan melampaui $100 per barel jika gangguan di selat tersebut berlangsung lama.

Sejumlah raksasa minyak dunia, pemilik kapal tanker, dan rumah dagang dilaporkan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, hingga gas alam cair (LNG) melalui jalur tersebut demi menghindari risiko serangan.

baca juga

Di tengah situasi darurat ini, aliansi OPEC+ pada hari Minggu setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai April mendatang. Namun, analis menilai langkah ini sangat minim karena hanya mewakili kurang dari 0,2% dari total permintaan global.

Ekonom energi dari Rystad, Jorge Leon, memperingatkan bahwa jalur pipa alternatif milik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak akan mampu menutupi kerugian pasokan jika Selat Hormuz benar-benar lumpuh.

Penutupan total selat tersebut diprediksi akan menghilangkan pasokan sebesar 8 hingga 10 juta barel per hari dari pasar global.

Krisis ini memaksa pemerintah berbagai negara di Asia dan perusahaan penyulingan di Asia untuk segera mengevaluasi cadangan minyak nasional mereka.

Negara-negara pengimpor besar kini tengah mencari rute pengiriman dan sumber pasokan alternatif guna menjaga ketahanan energi domestik.

Analis dari Kpler menyebutkan bahwa negara seperti India kemungkinan besar akan meningkatkan ketergantungan pada minyak dari Rusia untuk menutupi potensi hilangnya pasokan dari Timur Tengah.

Sementara itu, para pemimpin di kawasan Teluk telah memperingatkan Washington bahwa konsekuensi dari perang ini bisa membawa stabilitas ekonomi dunia ke jurang resesi akibat harga energi yang tak terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:44 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam

Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:43 WIB

Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran

Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:24 WIB

BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:52 WIB

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:28 WIB

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Video | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:15 WIB

Terkini

2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap

2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×