Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 04:10 WIB
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran
Ilustrasi minyak dunia naik [Unsplash/Alex W]
  • Perang baru di Timur Tengah menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak 10% menjadi sekitar $80 per barel pada Minggu (1/3/2026).
  • Ancaman utama kenaikan harga adalah ketidakpastian jalur distribusi vital Selat Hormuz yang melayani 20% lalu lintas minyak global.
  • OPEC+ menyetujui peningkatan produksi kecil, namun negara pengimpor kini mengevaluasi cadangan dan mencari sumber pasokan alternatif seperti Rusia.

Suara.com - Dunia kini menghadapi ancaman krisis energi serius setelah pecahnya perang baru di Timur Tengah.

Kelompok pedagang minyak melaporkan bahwa harga minyak mentah jenis Brent melonjak tajam hingga 10% menjadi sekitar $80 per barel dalam perdagangan luar bursa (over-the-counter) pada Minggu (1/3/2026).

Lonjakan ini dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menjerumuskan kawasan tersebut ke dalam konflik bersenjata.

Sebelumnya, harga Brent telah bertengger di level $73 pada Jumat lalu—posisi tertinggi sejak Juli—karena pasar mulai mengantisipasi kemungkinan agresi militer tersebut.

Faktor utama yang menggerakkan kepanikan pasar bukanlah sekadar serangan militer, melainkan ancaman nyata terhadap jalur distribusi.

Selat Hormuz, yang melayani lebih dari 20% lalu lintas minyak global, kini berada dalam kondisi tidak pasti setelah Teheran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melintasi perairan tersebut.

"Serangan militer memang mendongkrak harga, namun faktor penentu utamanya adalah potensi penutupan Selat Hormuz," ujar Ajay Parmar, Direktur Energi di ICIS, seperti yang dikutip dari Reuters pada Minggu (1/3/2026) malam.

Ia memprediksi saat pasar reguler dibuka setelah akhir pekan, harga bisa langsung mendekati atau bahkan melampaui $100 per barel jika gangguan di selat tersebut berlangsung lama.

Sejumlah raksasa minyak dunia, pemilik kapal tanker, dan rumah dagang dilaporkan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, hingga gas alam cair (LNG) melalui jalur tersebut demi menghindari risiko serangan.

Di tengah situasi darurat ini, aliansi OPEC+ pada hari Minggu setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai April mendatang. Namun, analis menilai langkah ini sangat minim karena hanya mewakili kurang dari 0,2% dari total permintaan global.

Ekonom energi dari Rystad, Jorge Leon, memperingatkan bahwa jalur pipa alternatif milik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak akan mampu menutupi kerugian pasokan jika Selat Hormuz benar-benar lumpuh.

Penutupan total selat tersebut diprediksi akan menghilangkan pasokan sebesar 8 hingga 10 juta barel per hari dari pasar global.

Krisis ini memaksa pemerintah berbagai negara di Asia dan perusahaan penyulingan di Asia untuk segera mengevaluasi cadangan minyak nasional mereka.

Negara-negara pengimpor besar kini tengah mencari rute pengiriman dan sumber pasokan alternatif guna menjaga ketahanan energi domestik.

Analis dari Kpler menyebutkan bahwa negara seperti India kemungkinan besar akan meningkatkan ketergantungan pada minyak dari Rusia untuk menutupi potensi hilangnya pasokan dari Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:44 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam

Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:43 WIB

Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran

Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:24 WIB

BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:52 WIB

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:28 WIB

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Video | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:15 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB