Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran, Ini Penjelasan Lengkapnya

M Nurhadi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 08:40 WIB
Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran, Ini Penjelasan Lengkapnya
Ilustrasi-Pengendara mengisi BBM di sebuah SPBU di Setiabudi, Jakarta Selatan. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Konflik Iran, AS, dan Israel berpotensi mengganggu jalur pelayaran Selat Hormuz, memicu lonjakan harga BBM global yang mengancam stabilitas ekonomi Indonesia.
  • Ketegangan Timur Tengah menyebabkan investor menarik modal (capital outflow) dari pasar negara berkembang, menekan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
  • Dampak sistemik konflik meliputi kenaikan inflasi akibat biaya logistik dan transportasi, serta penyempitan ruang fiskal pemerintah akibat subsidi energi.

Fenomena arus modal keluar (capital outflow) secara masif ini menjadi ancaman serius bagi nilai tukar mata uang Garuda.

Rizal meluruskan persepsi publik bahwa krisis global akan melemahkan dolar. Faktanya, dalam kondisi darurat, Dolar AS justru berfungsi sebagai pelindung nilai yang permintaannya meningkat tajam.

"Setiap eskalasi konflik di Timur Tengah biasanya menaikkan ketidakpastian global sehingga investor mengalihkan dana dari negara berkembang ke aset aman," ujar Rizal saat dihubungi pada Senin (2/3/2026).

Kondisi tersebut menciptakan tekanan berantai pada pasar keuangan domestik. Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS menjadi ancaman paling nyata, yang kemudian disusul oleh kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) serta koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Konflik geopolitik umumnya tidak membuat dolar melemah, justru sebaliknya. Dalam kondisi krisis, dolar berfungsi sebagai mata uang safe haven sehingga permintaannya meningkat," tegasnya.

Melihat potensi kejatuhan Rupiah yang kian dalam, otoritas moneter diharapkan mengambil langkah taktis. Tanpa adanya intervensi yang terukur di pasar valuta asing, volatilitas Rupiah akan semakin liar. Hal ini dikarenakan peluang penguatan mata uang nasional di tengah berkecamuknya perang antara Iran, Israel, dan AS hampir mustahil terjadi.

"Karena itu, peluang rupiah menguat akibat perang Iran–Israel & AS relatif kecil, yang lebih mungkin terjadi adalah capital outflow dan kebutuhan intervensi valas oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar," jelas Rizal lebih lanjut.

Kenaikan harga energi dunia yang dipicu oleh konflik ini pada akhirnya akan merembet ke sektor fundamental kehidupan masyarakat.

Ketika biaya logistik dan transportasi naik akibat harga BBM global yang mahal, harga komoditas pokok di pasar-pasar urban Indonesia akan ikut terkerek naik.

Pasukan Garda Nasional Iran dilaporkan telah menutup akses di Selat Hormuz, jalur ekspor minyak dunia yang sangat penting tidak saja bagi negara-negara penghasil minyak sepert Arab Saudi, Qatar dan Iran tetapi juga bagi negara industri seperti China, Korsel dan Jepang. [Google Maps]
Pasukan Garda Nasional Iran dilaporkan telah menutup akses di Selat Hormuz, jalur ekspor minyak dunia yang sangat penting tidak saja bagi negara-negara penghasil minyak sepert Arab Saudi, Qatar dan Iran tetapi juga bagi negara industri seperti China, Korsel dan Jepang. [Google Maps]

Kondisi ini merupakan ancaman serius bagi daya beli masyarakat, terutama mereka yang tinggal di pusat-pusat ekonomi nasional.

Pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada pilihan sulit: menambah beban anggaran untuk subsidi energi atau membiarkan harga BBM naik mengikuti pasar yang berisiko memicu inflasi tinggi.

Risiko utama bagi Indonesia di tengah krisis ini bukanlah pada hubungan dagang langsung dengan Teheran, melainkan pada guncangan harga energi dunia yang meluas.

Situasi ini menciptakan tantangan makroekonomi yang kompleks, di mana fiskal terserap lebih besar untuk subsidi sementara pendapatan negara berisiko tertekan oleh perlambatan ekonomi global.

Rizal menyimpulkan bahwa kombinasi antara melemahnya mata uang dan lonjakan biaya energi akan menciptakan tantangan yang sangat berat.

"Ini sekaligus rupiah tertekan, inflasi meningkat, dan ruang fiskal pemerintah ikut menyempit," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Drone LUCAS yang Dipakai AS dan Israel Menyerang Iran?

Apa Itu Drone LUCAS yang Dipakai AS dan Israel Menyerang Iran?

Tekno | Senin, 02 Maret 2026 | 08:30 WIB

Konflik AS vs Iran Kian Membara, Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

Konflik AS vs Iran Kian Membara, Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 08:27 WIB

Benarkah Perang Iran vs Israel Pertanda Turunnya Dajjal? Tanda-Tanda Ini Picu Spekulasi

Benarkah Perang Iran vs Israel Pertanda Turunnya Dajjal? Tanda-Tanda Ini Picu Spekulasi

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 08:25 WIB

Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran

Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 08:06 WIB

Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga

Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga

News | Senin, 02 Maret 2026 | 07:59 WIB

Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei

Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei

News | Senin, 02 Maret 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB