Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 10:56 WIB
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
Kapal tanker minyak melewati selat hormuz (Reuters/Hamad I Mohammed)
  • Harga minyak melonjak 7% akibat tewasnya Ali Khamenei dan eskalasi perang Iran-Israel.
  • Selat Hormuz ditutup, memicu ancaman krisis pasokan minyak mentah bagi kilang-kilang di Asia.
  • Analis prediksi Brent tembus USD 90 jika konflik bersenjata di jalur laut terus berlanjut.

Suara.com - Pasar energi global berguncang hebat. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga 7 persen pada perdagangan Senin (2/3/2026), menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Melambungnya harga emas hitam ini merupakan respons spontan pasar terhadap eskalasi konflik militer yang kian brutal antara Iran dan Israel.

Mengutip laporan Reuters, minyak mentah jenis Brent sempat melesat ke angka USD 82,37 per barel, sebuah rekor yang tidak pernah terlihat sejak Januari 2025. Hingga pukul 07.54 WIB, Brent stabil di kisaran USD 78,24 per barel, naik signifikan sebesar 7,37 persen.

Setali tiga uang, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut terkerek naik USD 4,66 atau 6,95 persen ke level USD 71,68 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka psikologis USD 75,33.

Sumbu ledak kenaikan harga ini dipicu oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu lalu yang menewaskan Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei. Alih-alih mereda, Israel justru meluncurkan gelombang serangan baru ke Teheran pada Minggu (1/3/2026), yang langsung dibalas Iran dengan hujan rudal.

Dampak konflik ini meluas ke jalur maritim paling krusial di dunia. Sedikitnya tiga kapal tanker di pesisir Teluk dilaporkan terkena hantaman rudal yang menewaskan seorang pelaut. Merespons situasi yang kian tak terkendali, Iran secara resmi menutup jalur navigasi di Selat Hormuz.

Langkah ekstrem Teheran ini praktis membuat pemerintah dan perusahaan kilang di Asia sebagai konsumen terbesar panik dan mulai mengevaluasi ketahanan stok minyak mereka.

Analis ANZ, Daniel Hynes, menilai risiko pasokan energi global kini berada di titik nadir karena aksi saling balas sudah menyasar infrastruktur pengiriman minyak. Sementara itu, tim analis dari Citi yang dipimpin Max Layton memproyeksikan Brent akan terus "menari" di kisaran USD 80 hingga USD 90 per barel sepanjang pekan ini.

"Pandangan dasar kami adalah kepemimpinan atau rezim Iran berubah signifikan sehingga perang berhenti dalam 1-2 minggu, atau AS memilih deeskalasi setelah melihat perubahan kepemimpinan dan terhambatnya program nuklir Iran," tulis laporan Citi.

Dunia kini menanti, apakah diplomasi internasional mampu mendinginkan bara di Timur Tengah, ataukah harga minyak akan terus melambung dan mencekik ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?

Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 10:48 WIB

Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi

Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 10:43 WIB

Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan

Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 10:43 WIB

Terkini

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:51 WIB

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB