Suara.com - Nama Sarifah Suraidah Abidien Harum belakangan ini kerap mencuri perhatian publik.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Harum ini tidak hanya dikenal sebagai istri dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tetapi juga sebagai figur politik layaknya sosialita.
Penampilannya yang unik dan mewah sering kali menjadi buah bibir di media sosial, menjadikannya salah satu sosok viral di wilayah Kalimantan Timur saat ini.
Profil dan Latar Belakang Pendidikan
Lahir di Balikpapan pada 1 Januari 1981, Sarifah Suraidah menempuh pendidikan dasarnya di Kabupaten Paser.
Menariknya, latar belakang pendidikan Bunda Harum bukanlah di bidang hukum atau politik, melainkan kesehatan. Ia merupakan lulusan SMK Sekolah Perawat Kesehatan Departemen Kesehatan Balikpapan tahun 2000.
Transformasi kariernya dari seorang lulusan sekolah perawat hingga menjadi anggota DPR RI menunjukkan bahwa relasi sangat berpengaruh pada kekayaannya.
Sebelum terjun ke dunia politik praktis, ia sempat menjabat sebagai Direktur di PT Barokah Agro Perkasa pada tahun 2014, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.
Gaya Penampilan ala Bangsawan Eropa
Salah satu alasan mengapa Sarifah sering viral adalah gaya berpakaiannya. Melalui akun Instagram pribadinya, ia kerap membagikan potret diri dengan dress panjang bercorak bunga yang dipadukan dengan topi lebar serta perhiasan mewah.
Banyak warganet yang menyamakan penampilannya dengan wanita bangsawan Belanda atau Eropa zaman dulu. Hal ini menuai kritik publik yang dianggap tak peka terhadap masyarakat.
Kiprah Politik dan Organisasi
Karier politik Bunda Harum memuncak ketika ia berhasil menduduki kursi di Senayan sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar.
Ia menggantikan posisi sang suami yang mundur untuk maju dalam Pilgub Kaltim 2024. Kekuatan politiknya didukung oleh jaringan relawan yang solid bernama Bestie Syarifah Suraidah (BSS).
Di tingkat daerah, perannya sangat strategis. Selain mendampingi suami, ia aktif menjabat sebagai:
- Ketua TP PKK Provinsi Kaltim
- Bunda PAUD Provinsi
- Ketua Dekranasda
- Ketua KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kaltim 2025-2029.

Rincian Kekayaan Menurut LHKPN 2025
Sebagai pejabat publik, transparansi adalah hal utama. Berdasarkan data LHKPN per Maret 2025, total kekayaan bersih Sarifah Suraidah mencapai Rp166,5 miliar. Berikut adalah rincian asetnya:
- Tanah dan Bangunan (Rp26,5 Miliar): Beliau memiliki lima aset properti yang tersebar di Jakarta Selatan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. Aset yang paling menonjol adalah properti di Jakarta Selatan yang nilainya ditaksir mencapai Rp15 miliar.
- Kas dan Setara Kas (Rp28 Miliar): Aset dalam bentuk uang tunai atau simpanan bank yang sifatnya sangat likuid.
- Alat Transportasi (Rp250 Juta): Koleksi kendaraan pribadinya tergolong cukup sederhana dan berusia lama, yakni Suzuki X-Over (2007), Honda Freed (2008), dan Honda CRV (2010).
- Harta Lainnya (Rp224 Miliar): Ini merupakan kategori aset terbesar dalam laporannya, yang mencakup aset bergerak lainnya atau investasi.
- Kewajiban Utang (Rp112,6 Miliar): Di balik total aset yang besar, Sarifah juga melaporkan adanya utang dalam jumlah yang cukup signifikan sebagai bagian dari pelaporan harta yang transparan.
Meski memiliki gaya hidup yang tampak glamor, laporan kendaraannya tergolong sederhana untuk ukuran pejabat, dengan koleksi mobil keluaran tahun 2007 hingga 2010.
Dari seorang perawat hingga menjadi legislator nasional, perjalanannya cukup drastis/
Kontributor : Rizqi Amalia