- Serangan balasan Iran meluas ke Dubai, Doha, dan Kuwait; dua jet tempur AS dilaporkan jatuh di Kuwait.
- Serangan menargetkan sektor vital Teluk, menyebabkan kilang minyak Ras Tanura Arab Saudi ditutup sementara akibat serangan drone.
- Konflik menimbulkan korban jiwa signifikan: 555 tewas di Iran, 9 di Israel, serta korban jiwa di negara Teluk.
Suara.com - Serangan balasan Iran kini meluas ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk sebagai respons atas gempuran berkelanjutan dari Amerika Serikat dan Israel.
Ledakan keras dilaporkan terdengar di Dubai (UEA) dan ibu kota Qatar, Doha, selama tiga hari berturut-turut.
Situasi paling dramatis terjadi di Kuwait, di mana suara dentuman keras dan sirine peringatan dini memecah keheningan pagi.
Laporan Reuters menyebutkan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari area dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait City.
Pesawat Tempur AS Jatuh di Kuwait
Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi bahwa beberapa jet tempur Amerika Serikat jatuh di wilayah mereka.
Meskipun sebuah video amatir menunjukkan sebuah jet menghujam bumi setelah pilotnya berhasil melontarkan diri (eject), pihak otoritas memastikan seluruh kru pesawat selamat.
Operasi penyelamatan darurat yang dikoordinasikan dengan militer AS berhasil mengevakuasi para kru ke rumah sakit dalam kondisi stabil.
Koresponden Al Jazeera, Zein Basravi, melaporkan adanya bukti visual setidaknya dua insiden jatuhnya pesawat tempur yang terpisah di wilayah Kuwait pada pagi yang sama.
Di Doha, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengungkapkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan Iran yang menyasar infrastruktur sipil, termasuk bandara internasional.
Majed Al Ansari dalam wawancaranya dengan CNN menegaskan bahwa saat ini Qatar tidak sedang melakukan pembicaraan diplomatik apa pun dengan pihak Teheran.
Sementara itu, Bahrain mengaktifkan peringatan serangan udara dan mendesak penduduknya untuk segera mencari perlindungan di tempat yang aman.
Jembatan Shaikh Khalifa bin Salman yang menghubungkan Manama dengan kota-kota sekitarnya ditutup total. Kedutaan Besar AS di Bahrain bahkan mengeluarkan peringatan khusus bagi warganya untuk menghindari hotel-hotel di Manama karena adanya risiko target serangan teroris.
Sektor Energi Terpukul: Kilang Ras Tanura Ditutup
Dampak perang ini menghantam jantung ekonomi dunia. Televisi negara Arab Saudi melaporkan penutupan sementara kilang minyak Ras Tanura dekat Dammam setelah menjadi target serangan drone.
Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan telah mencegat dua pesawat nirawak yang mencoba menyerang fasilitas tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa, puing-puing pencegatan memicu kebakaran kecil di area kilang, yang memaksa otoritas menghentikan operasional demi keamanan.
Korban Jiwa Terus Berjatuhan
Data terbaru menunjukkan angka kematian yang mengerikan di kedua belah pihak:
Korban di Negara Teluk: 1 tewas di Kuwait, 3 tewas di UEA, dan 16 luka-luka di Qatar.
Iran: Sedikitnya 555 orang tewas akibat serangan udara AS-Israel.
Israel: Sedikitnya 9 orang tewas dan 121 lainnya terluka.
Iran Serang Fasilitas AS
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim bahwa Teheran tidak berniat mencari konfrontasi dengan negara-negara tetangganya di Teluk.
Ia menegaskan bahwa aksi militer Iran murni merupakan tindakan bela diri terhadap agresi Amerika Serikat.
"Kami tidak menyerang saudara-saudara kami di Teluk, kami tidak menyerang tetangga kami, tetapi kami menyerang target-target Amerika," tegas Araghchi kepada Al Jazeera.