Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Vladimir Putin Turun Tangan, Siap Jadi Penengah Damaikan Situasi Timur Tengah

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 15:04 WIB
Vladimir Putin Turun Tangan, Siap Jadi Penengah Damaikan Situasi Timur Tengah
Presiden Rusia Vladimir Putin. [ALEX THERRIEN/ EPA]
  • Presiden Putin menawarkan mediasi kepada pemimpin negara Teluk pasca serangan udara AS dan Israel yang dikutuknya.
  • Rusia dan UEA sepakat mendesak penghentian kontak senjata dan kembali pada jalur perundingan diplomatik segera.
  • Presiden Prabowo Subianto siap memfasilitasi dialog dengan bertolak langsung ke Teheran jika disetujui pihak bertikai.

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menawarkan diri sebagai mediator guna meredam ketegangan.

Dalam rangkaian pembicaraan telepon dengan para pemimpin negara-negara Teluk pada Senin (2/3/2026), Putin mengutuk keras serangan udara AS dan Israel yang ia labeli sebagai "tindakan agresi tanpa provokasi."

Kremlin menegaskan bahwa Moskwa tetap mempertahankan jalur komunikasi intensif dengan Teheran.

Hubungan strategis ini dianggap sebagai modal utama Rusia untuk menjadi penengah, terutama setelah pengaruh mereka di kawasan sempat goyah akibat jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Dalam diplomasinya, Putin menghubungi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, serta Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani. Berikut adalah poin-poin penting dalam pembicaraan tersebut:

  • Penghubung Keluhan: Kepada UEA, Putin menawarkan diri untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan Abu Dhabi langsung kepada Teheran terkait serangan yang mereka alami.
  • Gencatan Senjata: Rusia dan UEA sepakat mengenai urgensi penghentian kontak senjata segera dan kembali ke meja perundingan diplomatik.
  • Stabilitas Kawasan: Kepada Bahrain dan Qatar, Moskwa menyatakan kesiapannya melakukan segala upaya untuk mencegah keterlibatan negara-negara lain yang dapat memperluas skala konflik.

Negara-negara Teluk, yang merupakan mitra strategis AS, kini berada dalam posisi sulit setelah fasilitas vital mereka menjadi sasaran drone dan rudal Iran sebagai balasan atas gempuran Sabtu lalu.

Langkah mediasi tidak hanya datang dari Moskwa. Pemerintah Indonesia turut menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya keamanan yang kondusif.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk bertolak langsung ke Teheran jika kedua belah pihak yang bertikai menyetujui langkah mediasi tersebut.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog... dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis akun resmi @Kemlu_RI.

Di saat upaya mediasi ditawarkan, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi yang kian berbahaya:

  • Serangan di Oman: Pada Selasa (3/3/2026), tangki bahan bakar di Pelabuhan Komersial Duqm, Oman, dihantam oleh rentetan drone. Satu tangki dilaporkan meledak, memicu kekhawatiran atas keamanan jalur distribusi energi.
  • Front Lebanon: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah memberikan otoritas bagi militer untuk bergerak maju dan menguasai posisi tambahan di Lebanon. Juru bicara militer Israel menyebut pengerahan pasukan darat ke perbatasan Lebanon selatan adalah bagian dari "postur pertahanan ofensif."
  • Operasi Jangka Panjang: Israel menegaskan kesiapannya untuk menggempur Iran selama berminggu-minggu, meskipun mereka mengakui bahwa pengerahan pasukan darat ke wilayah Iran dianggap tidak praktis saat ini.

Blok negara Teluk (GCC) kini memperingatkan akan adanya balasan keras jika kedaulatan wilayah mereka terus diganggu, meningkatkan risiko perang terbuka di Teluk Persia yang melibatkan kekuatan nuklir dan ekonomi utama dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Memanas, 3 Wasit Meksiko Tak Bisa Pulang Akibat Langit Timur Tengah 'Lumpuh'

Perang AS-Iran Memanas, 3 Wasit Meksiko Tak Bisa Pulang Akibat Langit Timur Tengah 'Lumpuh'

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 15:00 WIB

Eks Inter Milan Ngotot Pulang Bela Militer Iran Hingga Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Eks Inter Milan Ngotot Pulang Bela Militer Iran Hingga Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:45 WIB

Menlu AS Sebut Amerika Serikat Serang Iran Karena 'Pengaruh' Israel

Menlu AS Sebut Amerika Serikat Serang Iran Karena 'Pengaruh' Israel

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:44 WIB

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:36 WIB

Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI

Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:25 WIB

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:12 WIB