Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Vladimir Putin Turun Tangan, Siap Jadi Penengah Damaikan Situasi Timur Tengah

M Nurhadi

Selasa, 03 Maret 2026 | 15:04 WIB
Vladimir Putin Turun Tangan, Siap Jadi Penengah Damaikan Situasi Timur Tengah
Presiden Rusia Vladimir Putin. [ALEX THERRIEN/ EPA]
baca 10 detik
  • Presiden Putin menawarkan mediasi kepada pemimpin negara Teluk pasca serangan udara AS dan Israel yang dikutuknya.
  • Rusia dan UEA sepakat mendesak penghentian kontak senjata dan kembali pada jalur perundingan diplomatik segera.
  • Presiden Prabowo Subianto siap memfasilitasi dialog dengan bertolak langsung ke Teheran jika disetujui pihak bertikai.

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menawarkan diri sebagai mediator guna meredam ketegangan.

Dalam rangkaian pembicaraan telepon dengan para pemimpin negara-negara Teluk pada Senin (2/3/2026), Putin mengutuk keras serangan udara AS dan Israel yang ia labeli sebagai "tindakan agresi tanpa provokasi."

Kremlin menegaskan bahwa Moskwa tetap mempertahankan jalur komunikasi intensif dengan Teheran.

Hubungan strategis ini dianggap sebagai modal utama Rusia untuk menjadi penengah, terutama setelah pengaruh mereka di kawasan sempat goyah akibat jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Dalam diplomasinya, Putin menghubungi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, serta Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani. Berikut adalah poin-poin penting dalam pembicaraan tersebut:

  • Penghubung Keluhan: Kepada UEA, Putin menawarkan diri untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan Abu Dhabi langsung kepada Teheran terkait serangan yang mereka alami.
  • Gencatan Senjata: Rusia dan UEA sepakat mengenai urgensi penghentian kontak senjata segera dan kembali ke meja perundingan diplomatik.
  • Stabilitas Kawasan: Kepada Bahrain dan Qatar, Moskwa menyatakan kesiapannya melakukan segala upaya untuk mencegah keterlibatan negara-negara lain yang dapat memperluas skala konflik.

Negara-negara Teluk, yang merupakan mitra strategis AS, kini berada dalam posisi sulit setelah fasilitas vital mereka menjadi sasaran drone dan rudal Iran sebagai balasan atas gempuran Sabtu lalu.

Langkah mediasi tidak hanya datang dari Moskwa. Pemerintah Indonesia turut menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya keamanan yang kondusif.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk bertolak langsung ke Teheran jika kedua belah pihak yang bertikai menyetujui langkah mediasi tersebut.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog... dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis akun resmi @Kemlu_RI.

baca juga

Di saat upaya mediasi ditawarkan, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi yang kian berbahaya:

  • Serangan di Oman: Pada Selasa (3/3/2026), tangki bahan bakar di Pelabuhan Komersial Duqm, Oman, dihantam oleh rentetan drone. Satu tangki dilaporkan meledak, memicu kekhawatiran atas keamanan jalur distribusi energi.
  • Front Lebanon: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah memberikan otoritas bagi militer untuk bergerak maju dan menguasai posisi tambahan di Lebanon. Juru bicara militer Israel menyebut pengerahan pasukan darat ke perbatasan Lebanon selatan adalah bagian dari "postur pertahanan ofensif."
  • Operasi Jangka Panjang: Israel menegaskan kesiapannya untuk menggempur Iran selama berminggu-minggu, meskipun mereka mengakui bahwa pengerahan pasukan darat ke wilayah Iran dianggap tidak praktis saat ini.

Blok negara Teluk (GCC) kini memperingatkan akan adanya balasan keras jika kedaulatan wilayah mereka terus diganggu, meningkatkan risiko perang terbuka di Teluk Persia yang melibatkan kekuatan nuklir dan ekonomi utama dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Memanas, 3 Wasit Meksiko Tak Bisa Pulang Akibat Langit Timur Tengah 'Lumpuh'

Perang AS-Iran Memanas, 3 Wasit Meksiko Tak Bisa Pulang Akibat Langit Timur Tengah 'Lumpuh'

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 15:00 WIB

Eks Inter Milan Ngotot Pulang Bela Militer Iran Hingga Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Eks Inter Milan Ngotot Pulang Bela Militer Iran Hingga Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:45 WIB

Menlu AS Sebut Amerika Serikat Serang Iran Karena 'Pengaruh' Israel

Menlu AS Sebut Amerika Serikat Serang Iran Karena 'Pengaruh' Israel

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:44 WIB

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:36 WIB

Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI

Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:25 WIB

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05 WIB

Terkini

TPNPB-OPM Klaim Tembaki Aparat di Tolikara, Warga Diancam Jadi Target

TPNPB-OPM Klaim Tembaki Aparat di Tolikara, Warga Diancam Jadi Target

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

×