Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:25 WIB
Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI
Ilustrasi perang - Perang Israel vs Iran. (Gemini)
  • Direktur GIF Teuku Rezasyah dukung ide mediasi Indonesia atas konflik Iran-AS-Israel berdasar landasan filosofis UUD 1945.
  • Rezasyah menyoroti kompleksitas konflik dan menyebut lima kesulitan utama bagi upaya mediasi Indonesia yang dilakukan Presiden Prabowo.
  • Kesulitan utama termasuk posisi kuat Iran dan AS-Israel, ketidakstabilan politik pasca-kematian pemimpin Iran, serta kurangnya cetak biru negosiasi RI.

Suara.com - Direktur Eksekutif Global Insight Forum (GIF), Teuku Rezasyah menilai ide pemerintah Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel patut dihargai.

Sebab, kata Rezasyah, gagasan tersebut memiliki landasan filosofis dalam UUD 1945. Apalagi, Indonesia berpengalaman dalam memediasi krisis di Filipina Selatan dan Thailand Selatan.

Meski demikian, Rezasyah memberikan sejumlah catatan atas ide Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi juru damai bagi Iran dan AS-Israel.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad) ini mengingatkan bahwa krisis yang terjasi di Iran dalam menghadapi AS dan Israel, sangatlah kompleks, serta membutuhkan kesiapan yang sangat mendalam dari pihak Indonesia.

Ia mengungkapkan kesulitan pertama adalah posisi AS-Israel dan Iran yang prediksi tidak mungkin mengurangi komitmen mereka.

"Bagi AS dan Israel, pemerintahan di Teheran harus berganti, dan penguasaan nuklir dan rudal balistik agar ditutu," kata Rezasyah kepada Suara.com, Selasa (3/2/2026).

Sementara bagi Iran, posisi mereka untuk bertahan adalah mutlak karena keamanan hukum internasional wilayah dan kedaulatan mereka telah dihancurkan.

"Juga mereka wajib membalas serangan tersebut secara militer, karena dibenarkan secara hukum internasional," kata Rezasyah.

Gugurnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sangat mempengaruhi psikologi masyarakat Iran. Hal ini yang menjadi kesulitan kedua.

"Dalam masa perkabungan 40 hari ini, pemerintah Iran tak berani mengusik suasana hati masyarakat Iran, yang menganggap AS sebagai Setan Besar, dan Israel sebagai Setan Kecil," kata Rezasyah.

Ia mengatakan pemerintahan Iran yang belum sepenuhnya stabil cenderung bersikap tenang dan tidak membuat kebijakan yang terburu-buru.

"Kesulitan ketiga. Apakah RI telah memiliki 'Negotiation Blue Print?' Iran sangat ingin mengetahuinya karena dari sikap RI selama perang ini, RI belum memberikan status Iran sebagai korban, serta AS dan Israel selaku perusak perdamaian dan keamanan dunia," kata Rezasyah.

"RI cenderung menggunakan kalimat yang diplomatis, seperti 'gagalnya perundingan' dan perlunya 'menahan diri', Kebijakan RI tersebut perlu dipertegas sehingga menempatkan Iran sebagai korban," sambungnya.

Kesulitan keempat adalah sikap RI yang hingga kini belum mengerakkan ASEAN, GNB, OKI, Liga Arab, yang sebenarnya merupakan rumah bagi diplomasi RI.

"Belum terlihat upaya KTT maupun pertemuan tingkat Menlu yang difasilitasi RI. Dengan demikian, sangatlah sulit bagi RI meyakinkan Iran," kata Rezasyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05 WIB

Apakah Selat Hormuz Penting Bagi Amerika Serikat?

Apakah Selat Hormuz Penting Bagi Amerika Serikat?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:02 WIB

Malam Ini! Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden-Wapres di Istana, Jokowi Dipastikan Hadir

Malam Ini! Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden-Wapres di Istana, Jokowi Dipastikan Hadir

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:51 WIB

Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40 WIB

10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami

10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:37 WIB

Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Hadir

Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Hadir

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:24 WIB

Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei

Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:16 WIB

Terkini

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB