Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran

M Nurhadi

Rabu, 04 Maret 2026 | 07:01 WIB
Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.
  • Pasar saham AS merosot tajam pada Selasa (3/3/2026) karena investor khawatir konflik Timur Tengah memicu inflasi energi berkepanjangan.
  • Konflik meningkat setelah serangan Israel-AS di Iran memicu ancaman terhadap infrastruktur energi vital Selat Hormuz.
  • Presiden Trump merespons dengan menjamin asuransi risiko politik dan kesiapan Angkatan Laut mengawal kapal tanker di Teluk.

Suara.com - Pasar saham Amerika Serikat ditutup merosot tajam pada perdagangan Selasa (3/3/2026) waktu setempat.

Para investor mulai menunjukkan kekhawatiran mendalam bahwa konflik bersenjata di Timur Tengah akan berlangsung dalam jangka waktu lama, yang pada akhirnya akan memacu lonjakan inflasi melalui harga energi.

Aksi jual terjadi secara meluas di berbagai sektor, mendorong Indeks Volatilitas Cboe (VIX), yang sering disebut sebagai "indeks ketakutan", mencatat level penutupan tertinggi sejak November tahun lalu.

Meskipun demikian, indeks utama berhasil bangkit dari posisi terendah harian mereka; S&P 500 mengakhiri sesi dengan penurunan 0,9%, setelah sempat anjlok lebih dari 2% pada awal perdagangan.

Memasuki hari keempat konflik, fokus utama pasar beralih pada dampak harga minyak terhadap inflasi global.

Eskalasi militer semakin nyata setelah pasukan Israel dan Amerika Serikat menghantam berbagai target di wilayah Iran, yang kemudian memicu serangan balasan Iran di sekitar kawasan Teluk dan merembet hingga ke Lebanon.

Kekhawatiran utama para pelaku pasar adalah terganggunya infrastruktur energi. Iran secara terbuka mengancam akan menyerang kapal apa pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur arteri yang sangat krusial karena mengangkut sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Ancaman ini, ditambah dengan penghentian produksi oleh beberapa produsen gas dan minyak di Timur Tengah, telah mendorong meroketnya tarif pengiriman global serta harga gas alam.

Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, memberikan pandangannya mengenai situasi ini.

“Tampaknya ada anggapan bahwa mungkin (perang Iran) akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan orang 24 jam yang lalu, karena perang ini menyebar dan berpotensi berdampak pada infrastruktur energi.,” ujarnya, dilansir via Reuters.

Menanggapi krisis maritim di Teluk, Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan langkah-langkah proteksi ekonomi.

Ia memerintahkan U.S. International Development Finance Corporation untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan finansial bagi perdagangan maritim yang melintasi kawasan Teluk.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS siap memberikan pengawalan bagi kapal-kapal tanker minyak di Selat Hormuz jika situasi semakin mendesak.

Secara teknis, pasar mengirimkan sinyal bearish yang cukup mengkhawatirkan. S&P 500 ditutup di bawah rata-rata pergerakan 100 hari (100-day moving average) untuk pertama kalinya sejak 20 November tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:57 WIB

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Foto | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:49 WIB

100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota

100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 04:52 WIB

Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya

Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 05:45 WIB

Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran

Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 03:18 WIB

Terpopuler: Koleksi Kendaraan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 6 Mobil Listrik untuk Mudik Jauh

Terpopuler: Koleksi Kendaraan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 6 Mobil Listrik untuk Mudik Jauh

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:50 WIB

Terkini

Adu LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal, Siapa yang Lebih Kaya?

Adu LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal, Siapa yang Lebih Kaya?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:51 WIB

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harg Tiket Pesawat

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harg Tiket Pesawat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:36 WIB

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:57 WIB

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:51 WIB

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:31 WIB

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:18 WIB

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB