- Pasar saham AS merosot tajam pada Selasa (3/3/2026) karena investor khawatir konflik Timur Tengah memicu inflasi energi berkepanjangan.
- Konflik meningkat setelah serangan Israel-AS di Iran memicu ancaman terhadap infrastruktur energi vital Selat Hormuz.
- Presiden Trump merespons dengan menjamin asuransi risiko politik dan kesiapan Angkatan Laut mengawal kapal tanker di Teluk.
Hal ini sering kali dianggap sebagai indikator bahwa tren penguatan pasar mulai melemah secara struktural.
Oliver Pursche, Senior Vice President di Wealthspire Advisors, mencatat kecemasan investor yang melihat portofolio mereka mulai terdampak.
“Investor sedang bergulat dengan volatilitas dan berita, dan mereka melihat portofolio mereka dan berkata, wah, ini bisa menjadi lebih buruk... Ini adalah ketakutan akan keadaan yang memburuk,” kata Pursche.
Namun, ia menambahkan pesan kehati-hatian, “Tetapi saran kami kepada klien adalah untuk mundur selangkah dan menunggu serta melihat.”
Di tengah kemerosotan umum, saham raksasa manajemen aset Blackstone (BX.N) tercatat turun 3,8%. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan permintaan penebusan (redemption) pada dana kredit unggulan mereka, BCRED.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS (Treasury yields) naik untuk sesi kedua berturut-turut, mencerminkan ekspektasi investor bahwa bank sentral akan menghadapi kesulitan dalam memutuskan kebijakan suku bunga akibat tekanan inflasi dari tarif dagang dan harga energi.
Menariknya, sektor perangkat lunak menunjukkan ketahanan di tengah badai. Indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 justru naik 1,6%.
Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital, menilai reaksi pasar terhadap konflik ini sejauh ini masih tergolong terkendali. “So far is very tame,” ujarnya, yang menunjukkan bahwa toleransi investor terhadap risiko belum sepenuhnya hilang.
Secara keseluruhan, angka penutupan perdagangan menunjukkan penurunan signifikan:
Baca Juga: Di Balik Serangan Besar, Ini Strategi Senyap CIA dalam Melacak Posisi Ali Khamenei
- Dow Jones Industrial Average turun 403,51 poin atau 0,83% ke level 48.501,27.
- S&P 500 kehilangan 64,99 poin atau 0,94% ke level 6.816,63.
- Nasdaq Composite terpangkas 232,17 poin atau 1,02% ke level 22.516,69.
Di bursa NYSE, jumlah saham yang turun melampaui saham yang naik dengan rasio 4,1 banding 1, sementara di Nasdaq, perbandingan saham turun dan naik berada pada rasio 2,81 banding 1.