Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 05 Maret 2026 | 11:10 WIB
Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun
Ilustrasi pengajuan KPR. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Kenaikan NPL KPR yang mencapai 3% lebih disebabkan faktor daya beli dan kondisi ekonomi pekerjaan masyarakat.
  • Perpanjangan tenor KPR hingga 30 tahun diperkirakan dapat meringankan cicilan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
  • SMF melalui sekuritisasi mendorong investor jangka panjang mengatasi masalah ketidaksesuaian durasi pendanaan KPR.

Suara.com - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menilai meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada kredit pemilikan rumah (KPR), tidak berkaitan langsung dengan rencana pemerintah memperpanjang tenor KPR subsidi hingga 30 tahun.

Direktur Keuangan dan Operasional SMF, Bonai Subiakto, menyebutkan, kenaikan NPL KPR yang saat ini telah menembus angka 3 persen lebih disebabkan oleh faktor daya beli masyarakat serta kondisi ekonomi yang memengaruhi stabilitas pekerjaan.

"Kalau saya boleh berpendapat ya, terkait dengan NPL saat ini, itu mungkin tidak berkorelasi langsung dengan tenor yang 30 tahun tadi," ujar Bonai di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, perpanjangan tenor KPR justru dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan masyarakat dalam membayar cicilan rumah karena nilai angsuran menjadi lebih ringan.

"Karena dengan bunga yang sama, tenor diperpanjang, pasti angsurannya akan lebih kecil. Akibatnya apa? Semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses," ujarnya.

Menurut dia, skema tenor lebih panjang juga dapat membantu menjaga stabilitas pembayaran cicilan karena angsuran yang lebih rendah memberi ruang bagi rumah tangga untuk mengelola pengeluaran.

Ilustrasi cicilan KPR.(freepik)
Ilustrasi cicilan KPR.(freepik)

"Nah, kemudian kita bicara sisi risiko yang tadi ditanyakan. Apakah ini akan berdampak kepada perbankan? Kalau saya boleh berpendapat ya, terkait dengan NPL saat ini, itu mungkin tidak berkorelasi langsung dengan tenor yang 30 tahun tadi. Namun justru itu bisa menjadi lebih stabil," ucapnya.

Bonai menilai peningkatan NPL lebih erat kaitannya dengan kondisi ekonomi masyarakat, terutama jika terjadi penurunan daya beli atau peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kenapa? Karena NPL itu meningkat itu utamanya lebih kepada daya beli sebenarnya kan. Ketika kebutuhan semakin meningkat, daya beli menurun. Angka tenaga kerja yang kena PHK meningkat, itu akan biasanya berhubungan dengan NPL," jelasnya.

baca juga

Ia menambahkan, mayoritas debitur KPR berasal dari kelompok pekerja dengan penghasilan tetap sehingga kondisi ekonomi yang memengaruhi sektor ketenagakerjaan dapat berdampak langsung terhadap kemampuan pembayaran kredit.

"Karena biasanya KPR itu adalah masyarakat yang berpenghasilan tetap. Dan itu lebih terdampak ketika tempat mereka bekerja mengalami shocking," katanya.

Selain itu, Bonai juga menyinggung tantangan pembiayaan jangka panjang dalam sektor perumahan, terutama terkait kebutuhan sumber dana yang sejalan dengan tenor kredit yang panjang.

Ia mengatakan, SMF justru ingin membantu mengatasi persoalan maturity mismatch atau ketidaksesuaian jangka waktu antara sumber pendanaan dan pembiayaan KPR.

"Di mana pembiayaan jangka panjang, KPR jangka panjang, dibiayai oleh sumber-sumber dana jangka pendek," ucap Bonai.

Melalui skema sekuritisasi, lanjut dia, SMF mendorong keterlibatan investor jangka panjang untuk mendukung pembiayaan perumahan sehingga risiko likuiditas tidak sepenuhnya ditanggung oleh perbankan.

"Di antaranya melalui sekuritisasi, dana-dana jangka panjang tadi tidak ditanggung oleh perbankan, namun di-sharing dengan investor jangka panjang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BTN Sudah Salurkan 129.687 KPR Subsidi

BTN Sudah Salurkan 129.687 KPR Subsidi

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 12:11 WIB

Taktik Bank Mandiri Genjot Penyaluran KPR

Taktik Bank Mandiri Genjot Penyaluran KPR

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:16 WIB

BRI Percepat Penyaluran KPR FLPP untuk Dukung Program Perumahan Nasional

BRI Percepat Penyaluran KPR FLPP untuk Dukung Program Perumahan Nasional

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 10:23 WIB

Booming Perumahan 2025-2029: Prabowo Genjot Subsidi, Apa Saja Dampaknya?

Booming Perumahan 2025-2029: Prabowo Genjot Subsidi, Apa Saja Dampaknya?

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 05:56 WIB

Cara Hitung Simulasi KPR BTN, Berapa Penghasilan Minimal untuk Cicilan Rumah?

Cara Hitung Simulasi KPR BTN, Berapa Penghasilan Minimal untuk Cicilan Rumah?

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 08:10 WIB

Pengusaha Properti Sambut Baik Program Menkeu Purbaya untuk Bank Himbara

Pengusaha Properti Sambut Baik Program Menkeu Purbaya untuk Bank Himbara

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 12:40 WIB

Terkini

Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar

Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar

Jatim | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:37 WIB

QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong

QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:35 WIB

Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!

Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:34 WIB

Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya

Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional

Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas

Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas

Lampung | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:29 WIB

Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan

Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:27 WIB

Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia

Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:25 WIB

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

×