Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Masih Merah di Senin Pagi, Apa Pemicunya?

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 09:58 WIB
IHSG Masih Merah di Senin Pagi, Apa Pemicunya?
Ilustrasi Pergerakan IHSG. [Antara].
  • IHSG pada Senin, 9 Maret 2026, dibuka merosot ke level 7.347 akibat sentimen ketidakpastian global konflik Timur Tengah.
  • Pelemahan IHSG ini tercermin dari bursa Amerika Serikat yang juga ditutup negatif pada perdagangan sebelumnya.
  • Proyeksi menyebutkan IHSG berpotensi menguji support 7.500 akibat Fitch Ratings memangkas prospek peringkat utang Indonesia.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin merosot di awal perdagangan Senin, 9 Maret 2026. IHSG merah ke level 7.347.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.52 WIB, IHSG masih loyo ke 3,25 persen ke level 7.339.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, SICO, OILS, MKAP, ASPR, DCII, JATI, POLI, TBMS, SGRO, KKGI,

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, SKBM, RONY, ALKA, IRSX< RMKO, PPRI, INDO, WAPO, TRIN, FOLK.

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meminta penerapan aturan free float atau jumlah saham yang dilepas ke publik sebesar 15 persen dilakukan secara bertahap. [Suara.com/Rina Anggraeni]
Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meminta penerapan aturan free float atau jumlah saham yang dilepas ke publik sebesar 15 persen dilakukan secara bertahap. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan awal pekan ini, Senin. Sentimen eksternal terutama berasal dari meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Sapa Mentari, pelemahan juga tercermin dari pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang ditutup di zona merah pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 0,95 persen ke level 47.501,55. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 1,33 persen ke level 6.740,02 dan Nasdaq terkoreksi lebih dalam sebesar 1,59 persen ke level 22.387,68.

Dari domestik, IHSG pada perdagangan terakhir juga ditutup melemah cukup signifikan. Indeks terkoreksi 1,62 persen ke level 7.585 dengan aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell sebesar Rp307 miliar.

BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong investor cenderung mengambil sikap risk off.

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang memangkas prospek atau outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Dalam kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi kembali menguji level support penting di kisaran psikologis 7.500.

"Pola pergerakan IHSG masih menyerupai dead cat bounce, sehingga apabila support psikologis 7.500 kembali ditembus maka koreksi berpotensi berlanjut lebih dalam," tulis riset tersebut.

Pelaku pasar juga diperkirakan akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga komoditas global. Di sisi lain, investor turut menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik, salah satunya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Untuk strategi perdagangan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Nickel Industries Tbk (NCKL).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chengdong Lenyap, Ini Update Daftar Pemegang Saham BUMI 2026

Chengdong Lenyap, Ini Update Daftar Pemegang Saham BUMI 2026

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 08:15 WIB

IHSG Terus Anjlok, Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Susut Jadi Rp13.627 Triliun

IHSG Terus Anjlok, Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Susut Jadi Rp13.627 Triliun

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 07:41 WIB

Pasar Saham dan Bitcoin Terancam Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia

Pasar Saham dan Bitcoin Terancam Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 06:12 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB