Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Hashim Ungkap Rencana Bangun Rusun Subsidi di Lahan 41 Hektare Jakarta Pusat

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 09 Maret 2026 | 07:31 WIB
Hashim Ungkap Rencana Bangun Rusun Subsidi di Lahan 41 Hektare Jakarta Pusat
Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo dalam acara Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat di Kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). [Suara.com/Fakhri]
  • Ketua Satgas Perumahan berencana bangun rusun subsidi di Jakarta Pusat menggunakan lahan 41 hektare dari Kemenhan.
  • Pemerintah juga berencana membangun 170.000 unit rusun di Depok dan sedang membangun 140.000 unit di Meikarta.
  • Program ini merupakan bagian target nasional mewujudkan jutaan rumah untuk atasi kebutuhan 9-15 juta keluarga.

Suara.com - Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Jakarta Pusat.

Hashim mengatakan, pemerintah telah menyiapkan lahan cukup luas untuk mendukung pembangunan hunian tersebut. Lahan itu berasal dari alokasi Kementerian Pertahanan.

"Saya sudah dengar juga Kementerian Pertahanan alokasi 41 hektare di Jakarta Pusat, di daerah Berlan, di daerah di belakang Hotel Borobudur. Dan sebagainya dan sebagainya," kata Hashim dalam acara Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat di Kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

Selain itu, Pemerintah juga berencana membangun rusun di Depok, Jawa Barat sebanyak 170 ribu unit.

"Tadi kita sudah dengar di Depok bakal nanti alokasi 45 hektare ya, Pak? 45 hektare saya dengar tadi 150.000 unit ya? 170.000 unit apartemen nanti di Kota Depok," ucapnya.

Saat ini, pemerintah juga mulai melaksanakan pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta sebanyak 140 ribu unit di atas lahan hibah dari Lippo Group.

Menurut Hashim, pembangunan hunian vertikal di berbagai lokasi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat.

Apartemen Meikarta
Apartemen Meikarta

Ia menjelaskan program pembangunan perumahan tersebut merupakan bagian dari target besar pemerintah untuk menghadirkan jutaan rumah bagi masyarakat Indonesia.

"Ingin juga saya sampaikan latar belakang daripada program perumahan ini yang mendorong Bapak Presiden, Pak Prabowo Subianto, untuk mewujudkan program 3 juta rumah. Sebetulnya 3 juta rumah ini minimum. Sebetulnya cita-cita kita 3 juta apartemen/rumah tiap tahun," ucap Hashim.

Hashim menilai kebutuhan hunian layak di Indonesia masih sangat besar. Ia menyebut jumlah keluarga yang membutuhkan rumah mencapai jutaan.

"Ternyata di Indonesia ini yang sudah terdaftar itu antara lain 9 sampai 15 juta keluarga yang terdaftar," kata Hashim.

Selain itu, pemerintah juga mencatat masih banyak keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

"Ternyata terdapat 27 juta keluarga Indonesia, rumah tangga Indonesia yang tinggal di dalam yang dinamakan RTLH. Rumah Tidak Layak Huni," ujarnya.

Menurut Hashim, program pembangunan perumahan dalam skala besar juga memiliki dampak ekonomi yang luas karena berkaitan dengan banyak sektor usaha.

"Ternyata industri perumahan, dan saya kira ini sudah pasti sudah dihafal Pak Mochtar dan Pak James dan Pak John, kalau perumahan itu multiplier effect, dampak multiplier, dampak terhadap ekonomi kita bisa luar biasa," kata Hashim.

Ia menambahkan, sektor perumahan berkaitan dengan banyak bidang ekonomi lainnya sehingga pembangunan rumah dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Karena ternyata ada 185 bidang ekonomi yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan," pungkas Hashim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Penyelesaian Serah terima Hunian, Meikarta Mulai Hidupkan Kawasan Sekitar

Di Tengah Penyelesaian Serah terima Hunian, Meikarta Mulai Hidupkan Kawasan Sekitar

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 16:35 WIB

Hashim: Hunian Vertikal di Kampung Bandan Wujud Program 3 Juta Rumah

Hashim: Hunian Vertikal di Kampung Bandan Wujud Program 3 Juta Rumah

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 21:41 WIB

Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna

Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:58 WIB

Aksi Adik Kandung Prabowo yang Makin Mencengkeram Bisnis Telekomunikasi

Aksi Adik Kandung Prabowo yang Makin Mencengkeram Bisnis Telekomunikasi

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 17:37 WIB

Tentakel Bisnis Hashim Djojohadikusumo yang Kian Kuat Menghisap

Tentakel Bisnis Hashim Djojohadikusumo yang Kian Kuat Menghisap

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 16:28 WIB

Usai Adik Prabowo 'Kempit' Saham IKS, COIN Umumkan Agenda Genting Akhir Tahun!

Usai Adik Prabowo 'Kempit' Saham IKS, COIN Umumkan Agenda Genting Akhir Tahun!

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 14:58 WIB

Terkini

Bahlil Ngebut Terapkan B50, Uji Coba Belum Tuntas

Bahlil Ngebut Terapkan B50, Uji Coba Belum Tuntas

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:49 WIB

DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah

DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:38 WIB

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:51 WIB

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:39 WIB

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:35 WIB

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:29 WIB