Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

M Nurhadi

Senin, 09 Maret 2026 | 13:41 WIB
Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah melemah signifikan pada Senin (9/3/2026), mencapai Rp17.010 per USD akibat sentimen konflik militer Timur Tengah.
  • Eskalasi militer di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia melampaui US$100 per barel, mengancam logistik energi.
  • Defisit APBN berisiko melebihi batas aman 3% jika harga minyak tetap tinggi, memerlukan langkah darurat pemerintah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) mengalami tekanan hebat pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026).

Mata uang Garuda sempat terjungkal ke level psikologis baru di angka Rp17.010 per dolar AS, melemah 0,5% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Meski sempat melakukan perlawanan dan menguat tipis ke posisi Rp16.950 pada siang hari, posisi rupiah dinilai masih sangat rentan.

Sentimen negatif utama bersumber dari eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik ini telah melumpuhkan jalur logistik energi global dan memicu lonjakan harga minyak mentah.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pasar saat ini sedang dalam kondisi waspada tinggi menyusul sinyal perang darat antara militer AS dan Iran.

Selain itu, transisi kepemimpinan di Iran kepada Muqtaba Khomeini menambah ketidakpastian politik di kawasan tersebut.

"Penutupan Selat Hormuz menjadi faktor krusial karena jalur ini adalah urat nadi distribusi minyak dari produsen besar seperti Arab Saudi, Irak, dan UEA. Jika krisis ini tidak segera mereda dalam satu bulan, harga minyak mentah dunia berpotensi meroket hingga US$200 per barel," ujar Ibrahim di Jakarta.

Saat ini, harga minyak dunia telah melampaui US$100 per barel. Kondisi ini membangkitkan memori kelam krisis ekonomi 2008, di mana gangguan distribusi minyak memicu inflasi global yang tidak terkendali.

Ancaman Defisit Anggaran di Atas 3%

Lonjakan harga komoditas energi ini menjadi alarm bahaya bagi kesehatan fiskal nasional. Berdasarkan asumsi makro APBN 2026, harga minyak ditetapkan sebesar US$70 per barel. Namun, kenyataan di lapangan kini jauh melampaui angka tersebut.

Terpisah, Ekonom Indef, Abdul Hakam Naja, memperingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 dapat menambah beban defisit anggaran sebesar Rp6,8 triliun.

"Jika harga minyak terus bertahan di level US$100, defisit APBN Indonesia terhadap PDB bisa membengkak mendekati 4%. Angka ini sangat berisiko karena melanggar batas aman 3% yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara," jelas Hakam.

Menghadapi potensi krisis ini, Indef menyarankan pemerintah segera mengambil empat langkah darurat:

Efisiensi Anggaran Ketat: Memangkas belanja non-prioritas dan memfokuskan dana pada perlindungan sosial, pangan, dan layanan dasar.

Transisi Energi Masif: Mempercepat migrasi dari pembangkit berbahan bakar fosil (PLTD) ke energi terbarukan (PLTS, PLTA, PLTB) serta memperluas ekosistem kendaraan listrik.

Deregulasi Ekonomi: Menyederhanakan aturan birokrasi guna memberikan stimulus bagi dunia usaha agar ekonomi tetap bergerak di tengah inflasi.

Tinjauan Perjanjian Dagang: Mempertimbangkan pembatalan kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat guna melindungi kepentingan tarif nasional di bawah kebijakan proteksionisme Donald Trump.

Kewaspadaan tinggi menjadi keharusan, mengingat Selat Hormuz menampung sekitar 20% suplai minyak dunia. Gangguan di titik ini tidak hanya memukul rupiah, tetapi juga mengancam ketahanan energi nasional secara jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:07 WIB

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:34 WIB

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 09:40 WIB

Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880

Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:43 WIB

Terkini

BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan

BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 22:40 WIB

Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom

Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 22:10 WIB

Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali

Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 21:55 WIB

Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi

Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:59 WIB

RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun

RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:59 WIB

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:52 WIB

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:45 WIB

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:42 WIB

IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:32 WIB

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB