- IHSG melesat 1,76% ke level 7.710,537, bangkit dari keterpurukan 5% kemarin.
- Bursa Asia kompak hijau, dipimpin lonjakan Kospi 12% dan penguatan Wall Street.
- Rupiah flat di Rp16.880, tertahan dari tren melemah di tengah isu Timur Tengah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rebound signifikan pada penutupan perdagangan Kamis sore (5/3/2026) setelah hampir layu seharian karena sentimen negatif atas laporan outlook Fitch Ratings atas kondisi utang RI.
Berdasarkan data pasar, indeks melompat 133 poin atau 1,76 persen ke level 7.710 memutus tren negatif setelah sempat terpuruk hampir 5 persen pada perdagangan sebelumnya.
Mengawali pembukaan pagi, IHSG sebenarnya sudah menunjukkan taji dengan menguat 1,66 persen ke posisi 7.702. Tren positif ini terus terjaga hingga jeda siang, di mana indeks parkir di level 7.703.
Hingga bel penutupan berbunyi, IHSG stabil di zona hijau dengan dukungan 597 saham yang menguat, sementara 125 saham terkoreksi, dan 96 saham stagnan.
Kondisi serupa terjadi pada indeks LQ45 yang ditutup naik tajam 1,99 persen atau 15 poin ke level 787.
Kebangkitan IHSG sejalan dengan menghijaunya bursa kawasan Asia. Indeks Kospi memimpin lonjakan fantastis hingga 12 persen pasca tekanan jual masif kemarin. Di tempat lain, Nikkei menanjak 1,90 persen dan Hang Seng menguat tipis 0,28 persen.
Sentimen positif ini mengekor performa Wall Street yang juga berbalik arah (rebound) berkat aksi beli pada saham-saham sektor teknologi.
Berbeda dengan pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini cenderung stagnan. Rupiah parkir di level Rp16.880 per dolar AS alias bergerak 0,0 persen (0 poin).
Meskipun melandai, posisi ini setidaknya menahan tekanan bearish yang terjadi selama empat hari beruntun. Di pasar uang Asia, dolar AS merangkak naik mendekati level terkuatnya dalam 6,5 minggu seiring harapan berakhirnya konflik di Timur Tengah dalam waktu dekat.
Baca Juga: Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar