- Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei terpilih menjadi Pemimpin Ketiga Iran meraih 85 persen suara Majelis Khobregan.
- Pemilihan dilakukan setelah kesyahidan Pemimpin Tertinggi sebelumnya akibat dugaan tindakan AS dan rezim Zionis Israel.
- Pemilihan menegaskan sistem Iran teguh dan langsung melaksanakan Operasi 'Janji Setia 4' di bawah pemimpin baru.
Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran buka suara terkait terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
Mojtaba yang merupakan putra Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei, memperoleh lebih dari 85 persen suara dari Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan).
Perolehan suara tersebut membuat Mojtaba ditetapkan sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
"Pemilihan ini, yang berlangsung setelah kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis yang menyebabkan kesyahidan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta ribuan anak-anak dan warga sipil tak berdosa, menjadi penghibur bagi hati rakyat Iran yang sedang berduka dan berpuasa," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Senin (9/3/2026).
Para anggota Dewan Pakar Kepemimpinan, yang berdasarkan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum nasional untuk masa jabatan delapan tahun, disebut tetap melaksanakan tugas mereka meski berada dalam kondisi penuh risiko dan ancaman.
"Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran.
Meski telah kehilangan seorang pemimpin besar, sejumlah pejabat tinggi, dan komandan militer seniornya, sistem tersebut disebut akan tetap berjalan dengan keteguhan di bawah kepemimpinan baru.
"Dalam konteks ini, pagi ini tahap ke-30 dari Operasi 'Janji Setia 4' (Va'deh Sadegh 4) dilaksanakan di bawah komando kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei terhadap wilayah-wilayah Zionis Israel," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran.
Baca Juga: Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi