Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Investasi Perak, Ketahui Keuntungan dan Kerugiannya sebelum Mulai

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 10:37 WIB
Investasi Perak, Ketahui Keuntungan dan Kerugiannya sebelum Mulai
Ilustrasi perak.

Suara.com - Perak dikenal sebagai salah satu logam mulia yang memiliki warna putih berkilau dan nilai ekonomi tinggi. Selain dimanfaatkan sebagai bahan perhiasan, perak juga banyak digunakan dalam berbagai industri, seperti fotografi, elektronik, hingga teknologi modern.

Karena kegunaannya yang luas dan nilai intrinsiknya yang stabil, perak kini semakin dilirik sebagai salah satu instrumen investasi alternatif. Terlebih saat ini harga emas terus meroket sehingga susah dijangkau.

Dalam praktiknya, investasi perak umumnya menggunakan perak murni atau fine silver. Jenis perak ini memiliki kandungan sekitar 99,99 persen perak murni tanpa campuran logam lain.

Di pasaran, fine silver biasanya dijual dalam bentuk butiran, batangan, atau koin yang memang dirancang khusus untuk investasi.

Namun secara fisik, fine silver memiliki tekstur yang relatif lunak. Sifat tersebut membuatnya mudah tergores atau berubah bentuk. Oleh karena itu, perak murni jarang digunakan untuk pembuatan perhiasan.

Untuk membuat perhiasan yang lebih kuat dan tahan lama, perak biasanya dicampur dengan logam lain seperti tembaga atau nikel. Campuran ini dikenal dengan istilah sterling silver, yang memiliki kadar perak sekitar 92,5 persen.

Sebagai instrumen investasi, perak menawarkan berbagai keuntungan yang menarik. Namun di sisi lain, ada pula sejumlah risiko yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Yuk, kita pahami keuntungan dan kerugian investasi perak di bawah ini. 

Ilustrasi perak dan emas [Unsplash/Zlaáky.cz]
Ilustrasi perak dan emas [Unsplash/Zlaáky.cz]

Keuntungan Investasi Perak

Salah satu alasan utama banyak investor tertarik pada perak adalah kemampuannya untuk melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Sama seperti emas, perak termasuk aset yang memiliki nilai intrinsik.

Ketika kondisi ekonomi tidak stabil atau nilai mata uang mengalami penurunan, harga logam mulia biasanya cenderung meningkat. Hal ini membuat perak sering dijadikan sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

Selain itu, perak memiliki permintaan industri yang sangat kuat. Sekitar 50 hingga 60 persen produksi perak dunia digunakan untuk kebutuhan industri. Logam ini memiliki konduktivitas listrik dan termal yang sangat tinggi, sehingga menjadi bahan penting dalam berbagai teknologi modern.

Beberapa sektor yang membutuhkan perak antara lain industri energi terbarukan, terutama pada panel surya. Perak juga digunakan dalam pembuatan perangkat elektronik, seperti solder dan papan sirkuit.

Di sektor otomotif, logam ini turut dimanfaatkan dalam pengembangan kendaraan listrik, sementara di bidang kesehatan digunakan dalam berbagai peralatan medis.

Permintaan industri yang stabil ini membantu menjaga prospek harga perak dalam jangka panjang. Ketika kebutuhan industri meningkat, permintaan terhadap perak juga ikut naik, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga.

Keuntungan lain dari investasi perak adalah potensi kenaikan harga yang cukup cepat. Dibandingkan beberapa logam mulia lainnya, pergerakan harga perak sering kali lebih fluktuatif.

Meskipun hal ini bisa menjadi risiko, kondisi tersebut juga membuka peluang keuntungan yang lebih besar bagi investor yang mampu memanfaatkan momentum pasar.

Perak juga tergolong lebih terjangkau dibandingkan logam mulia lainnya, terutama emas. Harga perak yang relatif ekonomis membuatnya lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk investor pemula.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, seseorang sudah bisa mulai berinvestasi dalam bentuk perak batangan atau koin.

Keterjangkauan ini menjadi salah satu alasan mengapa perak sering dianggap sebagai pintu masuk bagi masyarakat yang baru belajar berinvestasi di logam mulia.

Kerugian Investasi Perak

Meskipun memiliki berbagai keunggulan, investasi perak juga tidak lepas dari sejumlah risiko. Salah satu tantangan utama adalah volatilitas harga yang cukup tinggi.

Karena sebagian besar permintaannya berasal dari sektor industri, harga perak sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

Ketika aktivitas industri menurun, permintaan terhadap perak juga bisa berkurang sehingga berdampak pada penurunan harga. Fluktuasi ini dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Oleh sebab itu, investasi perak umumnya lebih cocok untuk strategi jangka panjang, bukan untuk mencari keuntungan dalam waktu cepat.

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah spread atau selisih harga jual dan beli yang cukup besar. Dibandingkan emas, selisih harga pada perak cenderung lebih tinggi.

Hal ini berarti investor mungkin akan memperoleh keuntungan yang lebih kecil jika menjual perak dalam waktu singkat setelah membelinya.

Selain itu, investasi perak fisik juga memerlukan perawatan khusus. Perak mudah mengalami oksidasi yang membuat permukaannya menghitam atau kusam jika terpapar udara lembab. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi nilai jualnya di pasaran.

Untuk menjaga kualitasnya, perak perlu disimpan dengan baik, misalnya di dalam brankas atau safe deposit box. Perawatan tambahan ini tentu bisa menambah biaya dan perhatian bagi investor.

Di Indonesia, likuiditas pasar perak juga masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan emas. Pasar emas sudah sangat luas dan transparan karena hampir semua toko emas menerima transaksi jual beli.

Sementara itu, perak belum memiliki jaringan pasar yang sebesar emas, sehingga mencari pembeli dengan harga yang sesuai terkadang membutuhkan waktu lebih lama.

Terakhir, ada pula risiko pemalsuan yang perlu diwaspadai. Seperti halnya logam mulia lainnya, perak juga bisa dipalsukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk menghindari risiko ini, investor sebaiknya membeli perak dari produsen terpercaya dan memastikan adanya sertifikat keaslian, misalnya dari produsen resmi seperti Antam.

Demikian itu keuntungan dan kerugian investasi perak. Investasi perak dapat menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin melakukan diversifikasi aset.

Dengan memahami keuntungan dan kerugiannya secara menyeluruh, investor dapat menentukan strategi investasi perak yang lebih bijak dan sesuai dengan tujuan keuangan mereka.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Tembus Rp 3.047.000/Gram

Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Tembus Rp 3.047.000/Gram

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 09:53 WIB

Edukasi Finansial Dorong Masyarakat Lebih Cermat Menyusun Strategi Investasi Jangka Panjang

Edukasi Finansial Dorong Masyarakat Lebih Cermat Menyusun Strategi Investasi Jangka Panjang

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 09:45 WIB

Harga Emas Antam Menyusut Jadi Rp 3.004.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Menyusut Jadi Rp 3.004.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:00 WIB

Syarat Subsidi PPN Tiket Pesawat saat Harga Avtur Naik Gila-gilaan

Syarat Subsidi PPN Tiket Pesawat saat Harga Avtur Naik Gila-gilaan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 14:41 WIB

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Ini Alasannya

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Ini Alasannya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 14:30 WIB

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 13:02 WIB

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:55 WIB

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:34 WIB

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:09 WIB

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:03 WIB

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:52 WIB

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:37 WIB