Kelola Rp85 T Duit MBG, BGN dan Kementerian Purbaya Pantau Penggunaan Anggaran Secara Digital

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:05 WIB
Kelola Rp85 T Duit MBG, BGN dan Kementerian Purbaya Pantau Penggunaan Anggaran Secara Digital
Badan Gizi Nasional berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan serta Aplikasi Pelaporan Keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Foto ist.
baca 10 detik
  • Anggaran Program Makan Bergizi naik menjadi Rp85 triliun untuk 60 juta penerima.
  • Badan Gizi & Kemenkeu luncurkan E-Learning & Aplikasi SPPG demi akuntabilitas.
  • Digitalisasi pelaporan keuangan guna pastikan dana rakyat dikelola transparan.

Suara.com - Pemerintah terus memperketat pengawasan dan tata kelola anggaran Program Makan Bergizi Gratis. Melalui Badan Gizi Nasional yang berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah resmi meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan serta Aplikasi Pelaporan Keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah strategis ini diambil guna memastikan dana jumbo yang dialokasikan negara dapat dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Cakupan program pemenuhan gizi ini memang tidak main-main. Saat ini, program tersebut menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat yang dilayani oleh 23 ribu SPPG di seluruh pelosok Indonesia.

Sejalan dengan perluasan tersebut, alokasi anggaran pun membengkak. Pada tahun 2025, anggaran awal yang sebesar Rp71 triliun kini meningkat menjadi Rp85 triliun melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan bahwa besarnya angka tersebut merupakan amanat besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

"Dana ini adalah uang rakyat. Di setiap rupiahnya, tertitip harapan agar anak-anak bangsa tumbuh sehat, cerdas, dan unggul. Oleh karena itu, prinsip good governance bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak," kata Dadan dalam peluncuran tersebut.

Mengingat tantangan geografis ribuan SPPG yang tersebar luas, pemerintah menghadirkan solusi digital melalui platform Kemenkeu Learning Center (KLC). Para pengelola SPPG kini bisa mengakses materi penyusunan laporan keuangan secara fleksibel melalui e-learning.

Selain itu, diperkenalkan pula Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG Versi 04. Aplikasi yang telah disempurnakan ini dirancang untuk mempercepat proses penyusunan laporan keuangan, menjamin data keuangan lebih akurat dan transparan dan meningkatkan kesiapan SPPG menghadapi audit dari Inspektorat Utama, BPKP, maupun BPK.

Setiap SPPG kini wajib menyusun laporan pertanggungjawaban yang kredibel, mulai dari laporan harian, mingguan, hingga bulanan sesuai Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63 Tahun 2025.

baca juga

Pemerintah berpesan agar para personel di lapangan tidak melihat pelaporan keuangan sebagai beban administratif, melainkan sebagai bentuk perlindungan integritas dalam bekerja.

"Jangan jadikan laporan keuangan sebagai beban, tetapi sebagai tameng pelindung dalam bekerja. Dengan laporan yang benar, integritas terjaga dan keberlanjutan gizi anak-anak Indonesia dapat terjamin," pungkas Kepala Badan Gizi Nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Ekonomi Masyarakat Makin Kuat Jelang Lebaran 2026, Ini Buktinya

Purbaya Ungkap Ekonomi Masyarakat Makin Kuat Jelang Lebaran 2026, Ini Buktinya

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 07:30 WIB

Purbaya Klaim Inflasi Tetap Terkendali Jelang Lebaran, Bantah Ekonomi RI Kepanasan

Purbaya Klaim Inflasi Tetap Terkendali Jelang Lebaran, Bantah Ekonomi RI Kepanasan

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 07:00 WIB

Purbaya Buka-bukaan Ungkap Efek Perang AS vs Iran ke Ekonomi RI

Purbaya Buka-bukaan Ungkap Efek Perang AS vs Iran ke Ekonomi RI

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 06:30 WIB

Terkini

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:21 WIB

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

×