Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Prospek RI

Irwan Febri

Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:21 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Prospek RI
Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/kemensetneg.ri)
  • Menteri Keuangan menyatakan optimis investigasi dagang USTR tidak mengganggu prospek perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat.
  • Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berkat harga produk serta biaya tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.
  • Amerika Serikat memulai penyelidikan pada Rabu (11/3) untuk mengungkap praktik perdagangan tidak sehat terkait kapasitas berlebih.

Suara.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan optimistis bahwa investigasi dagang yang dilakukan oleh Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) tidak akan mengganggu prospek perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat.

Ia menilai penyelidikan tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika perdagangan internasional, sehingga pemerintah tidak memberikan respons berlebihan terhadap langkah tersebut.

“Saya pikir tidak apa-apa (investigasi dagang). Investigasi itu hal yang biasa,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, Indonesia masih memiliki keunggulan relatif dalam perdagangan dengan Amerika Serikat, terutama karena harga produk dari Indonesia dinilai lebih kompetitif dibandingkan barang asal negeri tersebut.

Selain itu, biaya tenaga kerja di Indonesia yang relatif lebih rendah juga memberikan daya saing tambahan bagi produk nasional di pasar global.

Faktor-faktor tersebut turut mendorong neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus terhadap Amerika Serikat.

Terkait kemungkinan kenaikan tarif impor yang kerap dikaitkan dengan status surplus perdagangan suatu negara terhadap Amerika Serikat, Purbaya mengatakan dampaknya tidak akan terlalu signifikan apabila tarif tersebut diterapkan secara setara dengan negara lain.

Namun, kondisi berbeda dapat terjadi apabila tarif yang dikenakan kepada Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lain. Selisih tarif yang cukup besar, misalnya hingga 10 persen, berpotensi memberi tekanan terhadap perdagangan Indonesia.

Meski demikian, pemerintah memastikan tetap siap melakukan langkah efisiensi apabila kondisi tersebut terjadi.

“Kami akan lakukan usaha efisiensi yang lain kalau memang terpaksa. Tapi harusnya sih prospek ke depan nggak terlalu butuh, meski dengan investigasi dari USTR,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (11/3) memulai penyelidikan perdagangan terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Jepang, serta beberapa mitra dagang lainnya.

Langkah ini dilakukan setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat mencabut kebijakan tarif impor tinggi.

Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, menyampaikan bahwa penyelidikan tersebut bertujuan mengungkap praktik perdagangan yang dianggap tidak sehat.

Ia mengatakan penyelidikan dilakukan untuk menyingkap serangkaian praktik dagang tidak sehat terkait kapasitas berlebih dan produksi manufaktur sebagai dasar dalam penetapan tarif impor baru yang lebih tinggi.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!

Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:48 WIB

3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran

3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:16 WIB

Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump

Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:07 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya

Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:31 WIB

Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak

Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:26 WIB

AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:08 WIB

Terkini

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:27 WIB

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:19 WIB

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:03 WIB

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:52 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:42 WIB

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:35 WIB

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:16 WIB