Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 13:55 WIB
Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA
Ketum PSI Kaesang Pangarep. [Suara.com/Novian]
  • PMMP jual aset anak usaha Rp135 miliar di Situbondo untuk bayar pokok utang ke Bank BCA.
  • Penjualan dipicu restrukturisasi dan upaya menekan beban bunga akibat kinerja bisnis lesu.
  • Permintaan pasar AS anjlok paksa emiten Kaesang tutup pabrik dan rasionalisasi karyawan.

Suara.com - Badai efisiensi nampaknya belum berlalu dari emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) terpaksa melepas aset anak usahanya senilai ratusan miliar rupiah demi menjinakkan tumpukan utang perbankan.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PMMP mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Tri Mitra Makmur (TMM), telah menjual aset tanah seluas 66.835 meter persegi di Situbondo, Jawa Timur. Tak hanya tanah, kesepakatan ini mencakup bangunan, mesin, hingga sarana produksi yang selama ini menjadi tulang punggung operasional.

"Penjualan aset ini merupakan permintaan dari debitur bank dalam proses restrukturisasi. Langkah ini diambil untuk menurunkan biaya bunga dan melunasi sebagian pokok pinjaman," tulis manajemen PMMP, Senin (16/3/2026).

Aset tersebut dilego kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea) dengan nilai transaksi mencapai Rp135 miliar. Seluruh dana segar hasil penjualan ini tidak masuk ke kantong perusahaan, melainkan langsung disetor ke rekening PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk melunasi kewajiban.

Kondisi sulit ini dipicu oleh anjloknya permintaan dari pasar Amerika Serikat (AS) yang menjadi target utama ekspor perusahaan sejak awal 2024. Akibatnya, PMMP harus melakukan langkah ekstrem mulai dari rasionalisasi karyawan hingga menonaktifkan sejumlah fasilitas pabrik (plant).

Sejak awal 2025, emiten ini telah memangkas kapasitas produksi secara besar-besaran. Dari tujuh pabrik di Situbondo, operasional kini difokuskan hanya pada fasilitas terbesar yang dianggap paling efisien dalam memproduksi seluruh varian produk.

Langkah "jual aset" ini diharapkan mampu meringankan beban keuangan perusahaan yang tengah terhimpit ekuitas negatif, sekaligus menjaga kelangsungan operasional di tengah ketidakpastian pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Utang RI Tembus Rp7.368 Triliun

Waspada! Utang RI Tembus Rp7.368 Triliun

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:19 WIB

Dividen BBCA 2026 Lebih Besar dari Tahun Lalu, Bisa Cair saat Lebaran?

Dividen BBCA 2026 Lebih Besar dari Tahun Lalu, Bisa Cair saat Lebaran?

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 11:55 WIB

BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya

BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 20:29 WIB

Terkini

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB

AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran

AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:27 WIB

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:21 WIB

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB

Bank Jago Perkuat Aplikasi, Fitur Kantong dan Investasi Terintegrasi Makin Lengkap

Bank Jago Perkuat Aplikasi, Fitur Kantong dan Investasi Terintegrasi Makin Lengkap

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:58 WIB

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:38 WIB

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:28 WIB

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB