Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA

Senin, 16 Maret 2026 | 13:55 WIB
Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA
Ketum PSI Kaesang Pangarep. [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • PMMP jual aset anak usaha Rp135 miliar di Situbondo untuk bayar pokok utang ke Bank BCA.
  • Penjualan dipicu restrukturisasi dan upaya menekan beban bunga akibat kinerja bisnis lesu.
  • Permintaan pasar AS anjlok paksa emiten Kaesang tutup pabrik dan rasionalisasi karyawan.

Suara.com - Badai efisiensi nampaknya belum berlalu dari emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) terpaksa melepas aset anak usahanya senilai ratusan miliar rupiah demi menjinakkan tumpukan utang perbankan.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PMMP mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Tri Mitra Makmur (TMM), telah menjual aset tanah seluas 66.835 meter persegi di Situbondo, Jawa Timur. Tak hanya tanah, kesepakatan ini mencakup bangunan, mesin, hingga sarana produksi yang selama ini menjadi tulang punggung operasional.

"Penjualan aset ini merupakan permintaan dari debitur bank dalam proses restrukturisasi. Langkah ini diambil untuk menurunkan biaya bunga dan melunasi sebagian pokok pinjaman," tulis manajemen PMMP, Senin (16/3/2026).

Aset tersebut dilego kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea) dengan nilai transaksi mencapai Rp135 miliar. Seluruh dana segar hasil penjualan ini tidak masuk ke kantong perusahaan, melainkan langsung disetor ke rekening PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk melunasi kewajiban.

Kondisi sulit ini dipicu oleh anjloknya permintaan dari pasar Amerika Serikat (AS) yang menjadi target utama ekspor perusahaan sejak awal 2024. Akibatnya, PMMP harus melakukan langkah ekstrem mulai dari rasionalisasi karyawan hingga menonaktifkan sejumlah fasilitas pabrik (plant).

Sejak awal 2025, emiten ini telah memangkas kapasitas produksi secara besar-besaran. Dari tujuh pabrik di Situbondo, operasional kini difokuskan hanya pada fasilitas terbesar yang dianggap paling efisien dalam memproduksi seluruh varian produk.

Langkah "jual aset" ini diharapkan mampu meringankan beban keuangan perusahaan yang tengah terhimpit ekuitas negatif, sekaligus menjaga kelangsungan operasional di tengah ketidakpastian pasar global.

Baca Juga: Waspada! Utang RI Tembus Rp7.368 Triliun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI