Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:01 WIB
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
Kondisi Pemudik di Pelabuhan Merak [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
  • Rekayasa arus kendaraan Lebaran 2026 menyebabkan distribusi kendaraan tidak seimbang antara pelabuhan utama dan penunjang.
  • Pelabuhan penunjang, seperti Ciwandan dan BBJ, mengalami kepadatan dan antrean panjang selama periode mudik berlangsung.
  • Kebijakan pengalihan kendaraan roda dua ke pelabuhan penunjang menambah beban operasional kapal feri secara signifikan.

Suara.com - Rekayasa arus kendaraan selama mudik Lebaran 2026 dinilai justru menimbulkan ketidakseimbangan distribusi kendaraan di pelabuhan penyeberangan.

Akibatnya, pelabuhan penunjang mengalami kepadatan tinggi, sementara pelabuhan utama relatif lebih lengang.

Peneliti Senior INSTRAN, Deddy Herlambang, menyebut kondisi tersebut terjadi akibat kebijakan pengalihan arus kendaraan ke pelabuhan penunjang selama periode mudik.

"Adanya kebijakan pengaturan arus kendaraan yang diberlakukan selama mudik Lebaran 2026, dalam beberapa kondisi terjadi ketidakseimbangan distribusi kendaraan antara pelabuhan utama dan pelabuhan penunjang," ujar Deddy kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Puluhan ribu pemudik dari Pulau Jawa sudah tiba di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Wika Beton, Lampung Selatan, pada arus mudik Lebaran 2025. [Lampungpro.co]
Puluhan ribu pemudik dari Pulau Jawa sudah tiba di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Wika Beton, Lampung Selatan, pada arus mudik Lebaran 2025. [Lampungpro.co]

Ia menyoroti pelabuhan penunjang seperti Pelabuhan Ciwandan dan BBJ Bojonegara yang mengalami antrean panjang kendaraan. Sementara itu, pelabuhan utama seperti Pelabuhan Merak justru dalam kondisi relatif tidak padat.

"Pada saat pelabuhan utama relatif kosong, pelabuhan penunjang seperti BBJ dan Ciwandan justru mengalami antrean kendaraan yang sangat panjang," ungkapnya.

Menurut Deddy, rekayasa arus kendaraan roda dua yang dialihkan ke pelabuhan penunjang menjadi salah satu faktor utama terjadinya kepadatan tersebut. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi beban di pelabuhan utama, namun berdampak pada penumpukan di titik lain.

Ia menjelaskan kapal feri bahkan harus melayani rute hingga pelabuhan penunjang tersebut untuk mengangkut pemudik menuju Lampung. Kondisi ini turut menambah beban operasional bagi operator kapal.

"Rekayasa antrean kendaraan penyeberang ke Sumatera, khusus kendaraan roda dua selama mudik Lebaran tiap tahun dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan dan BBJ," tuturnya.

Selain itu, kapal feri juga melayani hingga pelabuhan tujuan alternatif di Lampung seperti Pelabuhan Panjang dan Wika, yang jaraknya lebih jauh dibandingkan rute utama.

"Kapal-kapal feri juga melayani sampai ke BBJ dan Ciwandan untuk menyeberangkan pemudik ke Pelabuhan Panjang dan Wika Lampung," ucap Deddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis

Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:17 WIB

Fokus Tekan Pemudik Motor, Kemenhub Ungkap Alasan Tak Ada Tiket Kereta Gratis

Fokus Tekan Pemudik Motor, Kemenhub Ungkap Alasan Tak Ada Tiket Kereta Gratis

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:56 WIB

Pendaftar Motis Membludak, Kemenhub Sebut Jumlah Pemudik Motor Berkurang 24 Ribu Orang

Pendaftar Motis Membludak, Kemenhub Sebut Jumlah Pemudik Motor Berkurang 24 Ribu Orang

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:01 WIB

Terkini

Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat

Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:00 WIB

Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry

Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:46 WIB

Alasan Danantara Terbitkan Surat Utang Rp 7 Triliun

Alasan Danantara Terbitkan Surat Utang Rp 7 Triliun

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:38 WIB

Fitur QRIS Ini Bisa Cair 3 Kali Sehari Bikin UMKM Makin Satset di Ramadan

Fitur QRIS Ini Bisa Cair 3 Kali Sehari Bikin UMKM Makin Satset di Ramadan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:37 WIB

Pembatasan Rokok Dikaji, Petani Tembakau Khawatir Serapan Anjlok

Pembatasan Rokok Dikaji, Petani Tembakau Khawatir Serapan Anjlok

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:34 WIB

ASDP Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Berkurang Jadi 20 KM

ASDP Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Berkurang Jadi 20 KM

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:30 WIB

5 Fakta Putusan MK: Pejabat dan Eks Anggota DPR Tidak Dapat Uang Pensiun?

5 Fakta Putusan MK: Pejabat dan Eks Anggota DPR Tidak Dapat Uang Pensiun?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:58 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:47 WIB

Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik

Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:37 WIB

Malaysia Jadi Negara Pertama Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

Malaysia Jadi Negara Pertama Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:37 WIB