Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Liberty Jemadu

Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan Eni, rakasasa energi asal Italia, telah mengambil keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) proyek pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Kaltim. [ANTARA/Putu Indah Savitri]
baca 10 detik
  • Eni perusahaan migas Italia mengambil Keputusan Investasi Akhir (FID) untuk proyek gas laut dalam bernilai $15 miliar di lepas pantai Kalimantan Timur pada 20 Maret 2026.
  • Proyek ini meliputi South Hub dan North Hub yang ditargetkan mulai produksi tahun 2028 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Pengembangan ini memanfaatkan infrastruktur yang ada serta fasilitas baru, diproyeksikan menghasilkan 2 Miliar kaki kubik gas per hari.

Suara.com - Eni, rakasasa energi asal Italia, mengambil langkah strategis berupa keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) proyek pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan proyek raksasa senilai 15 miliar dolar AS ini mencakup pengembangan Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub).

"Eni mengambil langkah final investment decision (FID) dalam pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Kaltim," ujar Djoko Jumat (20/3/2026).

Menurut Djoko, keputusan investasi Eni tersebut merupakan sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap sektor hulu migas Indonesia, yang tidak hanya akan meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang.

Keputusan Eni, lanjutnya, menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

"Keputusan FID termasuk cepat karena diambil hanya sekitar 18 bulan setelah persetujuan plan of development (POD) pada 2024, yang mencerminkan percepatan pengembangan proyek migas laut dalam di Indonesia," tambah Djoko.

Proyek tersebut bakal memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang sudah tersedia, antara lain penggunaan fasilitas Jangkrik Floating Production Unit (FPU) dan reaktivasi Train F Kilang LNG Bontang, yang akan menekan biaya sekaligus mempercepat komersialisasi gas.

"Untuk South Hub, dilakukan pada kedalaman laut antara 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi yang dihubungkan ke fasilitas Jangkrik," jelasnya.

Kemudian, untuk North Hub mencakup pengeboran 16 sumur pada kedalaman hingga 2.000 meter, yang terhubung ke fasilitas produksi terapung (floating production storage and offloading (FPSO) baru.

baca juga

Djoko melanjutkan fasilitas produksi terapung tersebut memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari satu miliar kaki kubik gas per hari atau 1.000 MMSCFD serta 90.000 barel kondensat per hari.

Adapun proyek diperkirakan memiliki potensi sumber daya hingga 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat.

Produksi dari kedua proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029, dengan kapasitas sekitar dua miliar kaki kubik gas per hari.

Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke darat untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung produksi LNG Bontang untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.

Investasi Eni bakal memberikan dampak ekonomi luas, yang diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja.

Proyek itu juga akan menjadi bagian dari rencana kerja sama bisnis antara Eni dan Petronas, Malaysia, yang berencana membentuk entitas baru dengan target produksi gabungan lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

"Pemerintah bersama SKK Migas bakal terus mendorong percepatan proyek strategis agar memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan masyarakat," sebut Djoko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SKK Migas Ungkap Potensi Besar Asuransi di Balik Agresivitas Pengeboran

SKK Migas Ungkap Potensi Besar Asuransi di Balik Agresivitas Pengeboran

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:03 WIB

Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026

Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 19:04 WIB

SKK Migas dan PetroChina Mulai Garap Pengeboran Jabung Tahun 2026

SKK Migas dan PetroChina Mulai Garap Pengeboran Jabung Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 13:28 WIB

Dongkrak Produksi Minyak di Papua, SKK Migas dan Petrogas Mulai Injeksi Kimia di Lapangan Walio

Dongkrak Produksi Minyak di Papua, SKK Migas dan Petrogas Mulai Injeksi Kimia di Lapangan Walio

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 20:26 WIB

VP Sekretaris SKK Migas Tewas, Sepeda Melaju 30-40 Km/Jam Sebelum Hantam Bus TransJakarta

VP Sekretaris SKK Migas Tewas, Sepeda Melaju 30-40 Km/Jam Sebelum Hantam Bus TransJakarta

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 14:38 WIB

Terkini

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

×