Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
Ilustrasi Harga BBM (freepik)
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia anjlok dipicu sikap Presiden Trump mengenai Iran, tetapi belum menurunkan harga BBM konsumen di AS.
  • Normalisasi harga BBM memerlukan pembukaan Selat Hormuz dan pemulihan produksi energi global yang memakan waktu.
  • Faktor distribusi, asuransi, serta pemulihan infrastruktur energi yang rusak menghambat penurunan harga BBM di SPBU.

Suara.com - Harga minyak dunia memang anjlok tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengubah sikap terkait konflik dengan Iran. Namun, penurunan ini belum berdampak langsung pada harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat konsumen.

Menukil CNN Business, Selasa (24/3/2026), di Amerika Serikat, harga rata-rata bensin masih bertahan di kisaran 4 dolar AS per galon atau setara Rp 68.000 (kurs Rp 17.000). Bahkan, harga solar sudah melampaui 5 dolar AS per galon, yang turut mendorong kenaikan biaya distribusi barang.

Penurunan harga minyak yang terjadi belum cukup untuk menekan harga BBM. Pasalnya, ada sejumlah faktor penting yang harus terpenuhi agar harga bensin benar-benar turun, mulai dari pembukaan kembali Selat Hormuz hingga normalisasi produksi minyak global.

Presiden Trump sendiri menyatakan bahwa jalur vital tersebut berpotensi segera dibuka jika negosiasi dengan Iran berjalan lancar.

"Saya dan Ayatollah," kata Trump.

Ilustrasi harga BBM terbaru di Pertamina, Shell, Vivo dan BP (freepik)
Ilustrasi harga BBM terbaru di Pertamina, Shell, Vivo dan BP (freepik)

Namun, situasi di lapangan masih jauh dari kepastian. Iran hingga kini masih memegang kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia.

Penutupan selat tersebut memberikan tekanan besar pada pasar energi global sekaligus menjadi alat tawar bagi Teheran.

"Dibutuhkan dua orang untuk TACO. Trump Selalu Mengundurkan Diri. Saya tidak percaya ini adalah awal dari akhir," kata Helima Croft, kepala strategi komoditas global di RBC Capital Markets,.

Di sisi lain, ketidakjelasan pihak yang bernegosiasi dari Iran juga menjadi kendala. Menteri Energi AS Chris Wright mengakui bahwa situasi kepemimpinan di sektor energi Iran masih belum jelas.

baca juga

"Terjadi banyak pergantian kepemimpinan di bidang energi (Iran). Itulah salah satu hal yang akan kita pelajari di dialog-dialog ini: Siapa yang berkuasa?" kata Wright.

Bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka, dampak penurunan harga minyak tidak serta-merta langsung dirasakan di SPBU. Kerusakan infrastruktur energi akibat konflik, termasuk fasilitas gas alam cair di Qatar, membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Selain itu, banyak fasilitas produksi yang sempat berhenti juga memerlukan waktu berminggu-minggu untuk kembali beroperasi normal.

"Menghidupkan dan mematikan keran minyak tidak sama dengan menghidupkan dan mematikan lampu. Ini adalah prestasi teknik yang sederhana," kata Joe Brusuelas, kepala ekonom di RSM US.

Para analis memperkirakan butuh waktu hingga tiga hingga empat bulan setelah konflik mereda sebelum produksi energi kembali ke level normal.

Tak hanya itu, faktor lain seperti asuransi kapal tanker, distribusi energi, hingga kebijakan harga di SPBU juga memperlambat penurunan harga BBM. Industri bahkan menyebut fenomena ini sebagai 'roket dan bulu'.

Harga BBM cenderung naik cepat saat harga minyak melonjak, tetapi turun sangat lambat ketika harga minyak turun.

Fenomena ini juga berdampak langsung pada masyarakat. Setiap kenaikan 1 dolar AS harga bensin diperkirakan menambah beban hingga 122 miliar dolar AS per tahun bagi konsumen di Amerika Serikat, atau sekitar 1.000 dolar AS per rumah tangga.

"Itulah satu-satunya harga yang terus-menerus terpampang di setiap sudut jalan. "Harga bensin berpengaruh dalam banyak hal-yang terpenting bagi kantong konsumen," kata Mark Finley, peneliti energi dari Baker Institute Universitas Rice.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:55 WIB

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

Terkini

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:00 WIB

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:51 WIB

Intip Deretan Warna Baru Vespa LX 150 dan Koleksi Helm Resmi Piaggio Indonesia

Intip Deretan Warna Baru Vespa LX 150 dan Koleksi Helm Resmi Piaggio Indonesia

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 16:50 WIB

Ubek-ubek Kantor BPN Mojokerto, KPK Amankan Gepokan Amplop Berisi Uang Pemohon Tanah

Ubek-ubek Kantor BPN Mojokerto, KPK Amankan Gepokan Amplop Berisi Uang Pemohon Tanah

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 16:46 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok, Gavin Lee Tak Ciut Hadapi Tekanan Suporter Garuda

Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok, Gavin Lee Tak Ciut Hadapi Tekanan Suporter Garuda

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:45 WIB

Menkeu, Gubernur BI hingga Danantara Kumpul di DPR, Dasco: Satukan Arah Kebijakan

Menkeu, Gubernur BI hingga Danantara Kumpul di DPR, Dasco: Satukan Arah Kebijakan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:42 WIB

×