Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:47 WIB
Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].
  • Perdagangan saham Wall Street anjlok pada Kamis, dipicu ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi sentimen investor.
  • Indeks Nasdaq Composite turun 2,4 persen, resmi masuk wilayah koreksi setelah mencapai penurunan lebih dari 10 persen.
  • Harga minyak dunia menguat akibat konflik Timur Tengah, sementara Trump kemudian mengumumkan perpanjangan penangguhan serangan selama 10 hari.

Suara.com - Perdagangan saham di Wall Street anjlok pada Kamis, 27 Maret 2026. Hal ini, seiring meningkatnya ketidakpastian terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali membayangi sentimen investor.

Mengutip Investing.com, indeks Nasdaq Composite merosot 2,4 persen ke level 21.408,08 dan resmi masuk wilayah koreksi setelah turun lebih dari 10 persen dari rekor penutupan tertingginya di 23.958,47.

Sementara itu, indeks acuan S&P 500 turun 1,7 persen menjadi 6.478,41. Adapun Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 1 persen ke posisi 45.959,43.

Tekanan di pasar saham muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ketidakpastian terkait peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Ilustrasi Wall Street (Antara/REUTERS/Brendan McDermid)
Ilustrasi Wall Street (Antara/REUTERS/Brendan McDermid)

"Iran memohon untuk membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah kita mampu melakukan itu. Saya tidak tahu apakah kita bersedia melakukan itu. Seharusnya mereka sudah melakukannya empat minggu lalu," kata Trump dalam rapat kabinet.

Di sisi lain, harga minyak dunia justru menguat seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah, menambah tekanan terhadap pasar saham global.

Namun, tak lama setelah penutupan pasar, Trump menyatakan akan memperpanjang penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari.

"Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik," tambahnya.

Pasar pun bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir, dipengaruhi oleh arus berita yang saling bertolak belakang terkait perkembangan konflik.

"Pergerakan pasar hari ini mencerminkan betapa sensitifnya investor terhadap berita harian seputar konflik Iran. Dengan sinyal yang berubah-ubah mengenai apakah resolusi dapat dicapai, pasar berdagang dengan keyakinan yang terbatas. Rentang kemungkinan hasilnya masih luas. Resolusi yang cepat kemungkinan akan menyebabkan reli yang kuat, meskipun awalnya emosional," kata Keith Lerner, kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist.

Ia menambahkan, risiko tekanan pasar masih terbuka jika konflik berlarut-larut, terutama jika harga energi terus meningkat atau imbal hasil obligasi naik signifikan.

"Sampai ada kejelasan yang lebih besar, volatilitas kemungkinan akan tetap didorong oleh berita utama dan bukan oleh fundamental," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:53 WIB

Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:34 WIB

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:36 WIB

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:33 WIB

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:26 WIB

Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:23 WIB

Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi

Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:14 WIB

Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025

Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:49 WIB

Bank Neo Commerce (BBYB) Kena Sanksi OJK, Dampaknya Tidak Main-main!

Bank Neo Commerce (BBYB) Kena Sanksi OJK, Dampaknya Tidak Main-main!

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 06:36 WIB

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB