Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Achmad Fauzi

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:34 WIB
Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
Pesawat Garuda Indonesia dengan Livery Khusus Pikachu dan Aksen Batik/(Dok GIAA).
baca 10 detik
  • Saham GIAA resmi keluar dari papan pemantauan khusus BEI per 26 Maret 2026, menandakan perbaikan fundamental.
  • Status GIAA kini kembali normal diperdagangkan dengan mekanisme Full Call Auction dan masuk papan pengembangan.
  • Keluarnya dari pemantauan didukung ekuitas positif USD 91,9 juta pada 2025, meskipun masih mencatat kerugian bersih.

Suara.com - Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi keluar dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI) per 26 Maret 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat perbaikan fundamental perseroan setelah menghadapi tekanan kinerja dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan keluarnya dari pemantauan khusus, saham GIAA kini kembali diperdagangkan secara normal menggunakan mekanisme Full Call Auction (FCA) dan masuk ke papan pengembangan. Selain itu, notasi khusus 'E' yang menandakan ekuitas negatif juga resmi dihapus.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, pada perdagangan hari ini saham GIAA melesat 15,07 persen atau 11 poin ke harga Rp 84 per lembar saham.

Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, saham GIAA juga menguat 4,29 persen menjadi Rp 73 per lembar saham.

Ilustrasi saham (Pexels)
Ilustrasi saham (Pexels)

Perubahan status ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja Garuda, sekaligus memperbaiki likuiditas saham di pasar.

Bahkan, berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.35 WIB, saham GIAA sempat melonjak 21,92 persen ke level Rp 89 per lembar dan menyentuh batas atas auto reject (ARA).

Sebelumnya, saham Garuda masuk dalam papan pemantauan khusus akibat kondisi ekuitas negatif. Namun, perbaikan signifikan mulai terlihat setelah ekuitas perseroan berbalik positif menjadi USD 91,9 juta pada 2025, dari posisi minus USD 1,35 miliar pada 2024.

Meski demikian, dari sisi kinerja, Garuda masih mencatatkan kerugian bersih sekitar US$322,4 juta pada 2025. Tekanan juga terlihat dari pendapatan yang turun sekitar 5,85 persen secara tahunan.

Kendati masih merugi, perbaikan struktur keuangan ini dinilai menjadi titik awal kebangkitan Garuda. Transformasi yang dilakukan perseroan mulai menunjukkan hasil, terutama dalam memperbaiki kesehatan neraca keuangan.

baca juga

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:01 WIB

IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah

IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:23 WIB

Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214

Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:15 WIB

Terkini

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB

×