Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:56 WIB
Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian
Ilustrasi pesawat terbang atau maskapai. (Freepik)
  • Konflik Timur Tengah menyebabkan gangguan signifikan pada industri penerbangan global, memicu pembatalan penerbangan dan kenaikan biaya bahan bakar jet.
  • Sektor pariwisata global terancam penurunan jumlah wisatawan, dengan proyeksi kerugian besar pada kunjungan dan penginapan di luar kawasan Timur Tengah.
  • Gangguan jalur pelayaran vital dan kenaikan biaya energi memengaruhi transportasi laut serta produksi dan distribusi pupuk dunia.

Suara.com - Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan. Tetapi, juga mengguncang berbagai sektor ekonomi global.

Gangguan langsung akibat perang serta lonjakan harga energi, terutama bahan bakar, mulai dirasakan luas oleh industri penerbangan, pariwisata, transportasi laut, pertanian, hingga sektor barang mewah.

Industri penerbangan menjadi salah satu sektor yang pertama merasakan dampak konflik. Sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan ke wilayah terdampak demi alasan keamanan.

Meski maskapai berbasis Timur Tengah hanya menyumbang sekitar 9,5 persen dari kapasitas global, perannya sangat vital sebagai penghubung penerbangan jarak jauh antara Eropa dan Asia. Akibatnya, gangguan di kawasan ini berdampak signifikan secara global.

Data menunjukkan, sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, Qatar Airways membatalkan hampir 91 persen penerbangannya.

Sementara itu, Etihad Airways membatalkan sekitar tiga perempat jadwal penerbangan, dan Emirates hampir setengahnya.

Selain pembatalan, maskapai di seluruh dunia juga menghadapi lonjakan harga bahan bakar jet yang kini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sebelum perang.

Dengan bahan bakar menyumbang hingga sepertiga biaya operasional, sejumlah maskapai mulai membebankan kenaikan biaya kepada penumpang melalui tarif lebih tinggi dan biaya tambahan (surcharge).

Tak hanya itu, keterbatasan pasokan bahan bakar akibat gangguan distribusi dan pembatasan ekspor juga memaksa maskapai mengurangi frekuensi penerbangan.

Kenaikan harga tiket pesawat dan ketidakpastian keamanan berdampak langsung pada minat wisatawan untuk bepergian. Proyeksi menunjukkan penurunan signifikan jumlah wisatawan ke Timur Tengah.

Oxford Economics memperkirakan jumlah kunjungan ke kawasan tersebut bisa turun antara 11 hingga 27 persen tahun ini, berbanding terbalik dengan proyeksi sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan 13 persen.

Dampaknya juga meluas secara global. Konflik ini diperkirakan dapat mengurangi hingga 116 juta perjalanan wisata dan 858 juta malam menginap di hotel di luar Timur Tengah.

Di Eropa, indikator pendapatan hotel per kamar sempat turun 6 persen pada pekan pertama konflik. Meski penurunan melambat di beberapa negara seperti Inggris dan Prancis, dampak lebih besar dirasakan di negara yang bergantung pada wisatawan asing seperti Irlandia dan Portugal.

Namun demikian, beberapa negara seperti Spanyol dan Portugal berpotensi mendapat keuntungan dari pergeseran tujuan wisata.

Transportasi laut yang mengangkut sekitar 80 persen perdagangan global juga terdampak. Biaya bahan bakar kapal meningkat rata-rata 20 persen, yang berimbas pada naiknya biaya pengiriman barang.

Rute pelayaran antara Asia dan Eropa serta Asia dan Afrika mengalami gangguan karena pelabuhan di Teluk dan Laut Merah berfungsi sebagai titik transit utama. Sejumlah kapal bahkan tertahan di kawasan Teluk.

Dari harga energi hingga nasib WNI di luar negeri, perang ini mulai membuahkan dampak nyata. Apa yang harus diantisipasi oleh masyarakat Indonesia?
Perang Iran Vs Israel dan AS. 

Untuk menghindari risiko di Laut Merah dan Terusan Suez, beberapa operator memilih rute alternatif memutar Afrika, yang lebih panjang dan mahal, sehingga meningkatkan waktu pengiriman dan biaya logistik.

Di negara Timur Tengah, khususnya kawasan Teluk, merupakan produsen sekitar 30 persen pupuk dunia—komponen penting dalam meningkatkan hasil pertanian.

Gangguan produksi dan distribusi, ditambah lonjakan harga gas alam sebagai bahan baku pupuk, memicu kekhawatiran akan kelangkaan pasokan global. Sejumlah negara di Asia bahkan terpaksa menghentikan produksi pupuk domestik.

Di sisi lain, petani juga menghadapi kenaikan biaya operasional akibat harga diesel dan gas yang meningkat, termasuk untuk menjalankan alat pertanian dan pemanas rumah kaca.

Sektor barang mewah turut terkena imbas. Timur Tengah selama ini menjadi pasar penting sekaligus pusat distribusi melalui bandara utama seperti di Abu Dhabi, Doha, dan Dubai.

Penurunan jumlah wisatawan membuat penjualan produk mewah di kawasan ini diperkirakan anjlok hingga 50 persen pada Maret.

Secara keseluruhan, konflik Timur Tengah menunjukkan efek domino yang luas terhadap ekonomi global. Mulai dari lonjakan biaya energi, gangguan rantai pasok, hingga perubahan perilaku konsumen, semua sektor kini menghadapi tekanan.

Jika konflik berlangsung lebih lama, dampaknya diperkirakan akan semakin dalam dan meluas ke berbagai sektor lain di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan

Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 20:39 WIB

Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2025 | 10:42 WIB

Di Tengah Ketidakpastian Global, Bisnis Asuransi Masih Catatkan Torehan Positif

Di Tengah Ketidakpastian Global, Bisnis Asuransi Masih Catatkan Torehan Positif

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:35 WIB

Bank Indonesia Pastikan Indonesia Bisa Hadapi Ombak Ekonomi Global yang Belum Mereda

Bank Indonesia Pastikan Indonesia Bisa Hadapi Ombak Ekonomi Global yang Belum Mereda

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 08:04 WIB

Profil Pemilik Mukhtara Air, Maskapai Baru Ternyata Punya Jaringan Bisnis di Madinah

Profil Pemilik Mukhtara Air, Maskapai Baru Ternyata Punya Jaringan Bisnis di Madinah

Bisnis | Minggu, 30 November 2025 | 10:21 WIB

Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320

Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320

Bisnis | Sabtu, 29 November 2025 | 13:29 WIB

Terkini

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB