Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB
Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah signifikan pada Jumat, 27 Maret 2026, mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah didorong oleh sentimen kenaikan harga minyak dunia serta penguatan dolar Amerika Serikat akibat konflik Timur Tengah.
  • Bank Indonesia mengubah batas maksimum pembelian valas menjadi 50.000 dolar AS per pelaku mulai berlaku April mendatang.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus merosot pada penutupan, Jumat, 27 Maret 2026. Kondisi ini membuat mata uang garuda mulai nyaris tembus level Rp 17.000.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp16.979 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,45 persen dibanding penutupan pada Kamis (25/3/2026) yang berada di level Rp 16.904 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.957  per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah terus ambles karena sentimen kenaikan harga minyak dunia. 

BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]
BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]

"Rupiah tertekan sentimen risk off yang kuat oleh kenaikan harga minyak mentah dunia dan penguatan dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menjelaskan, investor masih khawatir perkembangan seputar perang di Timur Tengah dan mengabaikan pernyataan dari Presiden Donald Trump yang mengatakan akan menangguhkan penyerangan ke fasilitas minyak Iran. 

"Sepekan depan rupiah diperkirakan masih akan terus tertekan, dan perkembangan di Timur Tengah masih akan menjadi faktor utama," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi.  Rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,81 persen Disusul, peso Filipina yang ditutup ambles 0,49 persen.

Selanjutnya, ringgit Malaysia tertekan 0,4 persen dan dolar Taiwan yang ditutup turun 0,12 persen. Lalu, dolar Singapura yang terdepresiasi 0,11 persen. 

baca juga

Berikutnya ada yen Jepang yang turun 0,07 persen dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,06 persen pada sore ini. 

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12 persen

Kemudian, won Korea Selatan dan yuan China yang sama-sama menguat 0,01 persen terhadap the greenback.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:32 WIB

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Terkini

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

×