Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 29 Maret 2026 | 14:55 WIB
Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan
Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Senen, Jakarta, Senin (28/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Mendag Budi Santoso mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan bahan pokok pasca Lebaran karena stok dipastikan aman.
  • Pemerintah memantau pasokan komoditas strategis seperti beras dan minyak melalui SP2KP dan koordinasi BUMN pangan.
  • Kondisi pasokan pangan secara umum dinyatakan aman terkendali, bahkan beberapa harga menunjukkan tren penurunan setelah Idulfitri.

Suara.com - Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap bahan kebutuhan pokok (bapok) setelah Lebaran. Pasalnya, ketersediaan stok dipastikan aman dan harga relatif terkendali.

Imbauan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso usai meninjau langsung kondisi pasar di Pasar Minggu, Sabtu.

"Berdasarkan pantauan kami ke teman-teman pedagang hari ini, pasokan bapok kita seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman," ujar Mendag Busan seperti dikutip, Minggu (29/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah memastikan pasokan berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga telur berada dalam kondisi mencukupi. Stabilitas ini dijaga melalui pemantauan rutin, termasuk saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri.

Pedagang grosir di Pasar Borobudur mulai merasakan kenaikan harga pada beberapa bahan pokok. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).
Pedagang grosir di Pasar Borobudur mulai merasakan kenaikan harga pada beberapa bahan pokok. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).

Kemendag juga memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memonitor harga dan pasokan di ratusan titik pasar di seluruh Indonesia. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

Selain itu, koordinasi dengan BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID Food turut diperkuat, khususnya dalam distribusi komoditas strategis seperti beras SPHP dan MinyaKita.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan kondisi pasokan pangan dalam keadaan aman.

"Persediaan banyak. Beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali," kata Menko Zulhas.

Berdasarkan hasil pantauan, sejumlah harga komoditas bahkan menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu.

Kondisi ini semakin memperkuat keyakinan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga bahan pokok.

Para pedagang pun mengakui pasokan tetap terjaga pasca-Lebaran. Bahkan, harga sejumlah komoditas mulai berangsur turun seiring masuknya masa panen.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong yang justru dapat memicu ketidakstabilan pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik

Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:36 WIB

H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram

H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:11 WIB

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:01 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB