Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

M Nurhadi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB
Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh
Moody's Rating
  • Moody's menurunkan *outlook* bank Himbara menjadi negatif, mengindikasikan kewaspadaan terhadap kebijakan ekonomi makro ke depan.
  • PERBANAS menegaskan fundamental perbankan nasional tetap kuat, ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit dan likuiditas solid Desember 2025.
  • Keputusan Moody's hanya menyasar proyeksi masa depan, bukan peringkat atau kondisi riil perbankan yang fundamentalnya masih sehat.

Suara.com - Keputusan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service, yang menurunkan outlook bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi negatif tengah menjadi sorotan pelaku pasar.

Menanggapi hal tersebut, Chief Economist Office of Chief Economist (OCE) PERBANAS, Dzulfian Syafrian, menegaskan bahwa kondisi fundamental perbankan nasional saat ini masih berada dalam posisi yang sangat kuat dan stabil.

Dzulfian menjelaskan bahwa revisi yang dilakukan Moody’s hanya menyasar pada aspek proyeksi masa depan (outlook), bukan pada peringkat kredit (rating) maupun kondisi riil kesehatan perbankan saat ini.

Langkah Moody’s tersebut dinilai lebih sebagai sinyal kewaspadaan terhadap dinamika kebijakan ekonomi makro ke depan.

“Moody’s pada dasarnya sedang memberikan sinyal kewaspadaan terhadap potensi risiko ke depan, terutama terkait efektivitas serta tata kelola kebijakan ekonomi nasional,” ujar Dzulfian dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Dzulfian menekankan bahwa perubahan pandangan tersebut tidak didasari oleh pelemahan kinerja internal bank. Sebaliknya, data agregat hingga Desember 2025 menunjukkan performa perbankan yang sangat solid.

Kredit perbankan tercatat tumbuh di atas 9 persen secara tahunan (year-on-year), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak dua digit melampaui 13 persen.

Ketahanan modal perbankan juga berada di level yang sangat aman dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di kisaran 25 persen. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang rendah di sekitar 2 persen.

“Seluruh indikator tersebut mencerminkan bahwa fungsi intermediasi, kualitas aset, permodalan, dan likuiditas perbankan tetap terjaga dengan baik,” imbuh Dzulfian.

Senada dengan PERBANAS, Bank Indonesia (BI) turut mengonfirmasi bahwa sektor perbankan per awal 2026 masih menunjukkan ketahanan yang tinggi.

Kajian internal OCE PERBANAS menunjukkan perbankan Indonesia tetap resilien menghadapi tekanan eksternal, mulai dari konflik geopolitik di Iran hingga ketidakpastian arah kebijakan domestik.

Khusus untuk bank-bank BUMN, kinerjanya justru melampaui rata-rata industri dengan pertumbuhan kredit yang tetap berada di level dua digit. Hal ini membuktikan peran intermediasi Himbara tetap berjalan optimal meskipun kondisi global sedang bergejolak.

Secara individual, pertumbuhan dana murah (CASA) dan rasio permodalan bank-bank plat merah ini masih dalam kondisi yang sangat prima.

Menurut Dzulfian, fokus utama Moody’s sebenarnya lebih tertuju pada arah kebijakan makroekonomi nasional yang berpotensi memberikan dampak rambatan ke sektor keuangan.

Oleh karena itu, penurunan outlook ini sebaiknya dijadikan momentum bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat stabilitas ekonomi makro dan menjaga kepercayaan investor.

“Yang terpenting, perlu ditegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia, termasuk Himbara, saat ini masih berada dalam kondisi sehat dan memiliki fondasi yang solid untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:14 WIB

Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat

Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:28 WIB

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:29 WIB

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:40 WIB

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:37 WIB

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32 WIB

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:27 WIB

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:14 WIB