Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Kurs Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53 WIB
Kurs Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
  • Rupiah mencapai level terlemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan Senin, 30 Maret 2026, di Rp17.002 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen kenaikan harga minyak mentah dunia berdasarkan analisis dari pasar eksternal.
  • Mayoritas mata uang Asia melemah, namun yen Jepang menjadi mata uang penguat terbesar di kawasan tersebut.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke level paling lemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan, Senin, 30 Maret 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp17.002 per dolar AS. Mata uang garuda ini pun melemah 0,13 persen dibanding penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp 16.979 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.993  per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan karena sentimen kenaikan harga minyak dunia.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

"Rupiah melemah dan masih didikte oleh sentimen eksternal merepson perkembangan di timteng terutama harga minyak mentah dunia yang tinggi," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman melanjutkan, pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. Sehingga, mata uang garuda masih di level Rp 17.000.

"Walau cenderung masih risk off, terkadang sentimen bisa sedikit membaik dan mendukung rupiah. Kalau melihat sentimen terakhir hingga sore ini, terlihat mulai tidak memburuk, rupiah berpotensi menguat terbatas besok," jelasnya.

Saat ini mayoritas mata uang di Asia melemah. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,5 persen. 

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang anjlok 0,44 persen dan peso Filipina yang ditutup terkoreksi 0,29 persen. Disusul, dolar Taiwan yang ditutup turun 0,18 persen.

Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,09 persen dan dolar Hong Kong turun 0,04 persen.  Kemudian yuan China terlihat melemah tipis 0,009 persen terhadap the greenback pada sore ini. 

Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,33 persen. Diikuti, rupee India yang terkerek 0,22 persen dan baht Thailand yang menguat tipis 0,11 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:47 WIB

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 11:12 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB