Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
Ilustrasi Pupuk. (Dok: Pupuk Indonesia)
  • India dan Australia menjalin komunikasi dengan Indonesia untuk mengamankan pasokan urea akibat terganggunya distribusi global.
  • Direktur Utama PT Pupuk Indonesia akan bertemu perwakilan India dan Australia pada Senin (30/3/2026) terkait permintaan ini.
  • Indonesia memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik sebelum mengalokasikan 1,5 hingga 2 juta ton untuk ekspor.

Suara.com - Sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk di tengah terganggunya rantai distribusi global akibat dinamika geopolitik. Negara-negara seperti India hingga Australia disebut telah menjalin komunikasi untuk mengamankan kebutuhan urea.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan permintaan tersebut muncul seiring berkurangnya pasokan dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pemasok utama.

"Siang hari ini saya akan bertemu atau melakukan meeting khusus dengan pemerintah India dan dilanjutkan dengan pemerintah Australia," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementan Senin (30/3/2026).

Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kebijakan pemerintah menurunkan HET pupuk subsidi adalah keputusan bersejarah. [Antara/Sulthony Hasanuddin]
Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kebijakan pemerintah menurunkan HET pupuk subsidi adalah keputusan bersejarah. [Antara/Sulthony Hasanuddin]

Menurut Rahmad, kebutuhan pupuk dunia saat ini sedang meningkat seiring musim tanam di berbagai negara. India dan kawasan Asia Selatan tengah memasuki periode tanam, sementara Australia memulai musim tanam gandum.

"Di India, Bangladesh, Pakistan, kemudian di Australia musim tanam gandum," tuturnya.

Di tengah meningkatnya permintaan tersebut, pasokan global justru mengalami tekanan akibat gangguan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Hal ini membuat negara-negara pengimpor mencari sumber baru untuk menjaga produksi pertanian mereka.

Meski demikian, Rahmad menegaskan Indonesia tidak serta-merta menggantikan seluruh pasokan yang hilang dari pasar global. Menurut dia, kapasitas ekspor tetap menyesuaikan kebutuhan dalam negeri.

"Kalau menggantikan seluruhnya kan nggak bisa, tapi setidaknya Indonesia ini eksportir," katanya.

Ia menyebut produksi urea nasional mencapai sekitar 9,4 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 hingga 2 juta ton dialokasikan untuk ekspor, tergantung kondisi kebutuhan domestik.

"Kita produksi 9,4 juta ton. Dari situ kita bisa ekspor antara 1,5 sampai 2 juta ton," bebernya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan prioritas utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah gejolak global.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menambahkan distribusi pupuk bersubsidi menjadi fokus utama sebelum ekspor dilakukan.

"Fokusnya dalam negeri dulu. Kalau ada kelebihan baru kita bisa ekspor," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:21 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB