Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 18:38 WIB
Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya
Foto terbaru pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan (Suara.com/US Navy).
  • ASEAN-Cina sepakat tuntas penyelesaian COC LCS demi stabilitas kawasan pada 2026.
  • Indonesia jadi penengah jujur (honest broker) yang dorong COC berbasis hukum UNCLOS.
  • Tanpa COC yang tegas, potensi eskalasi militer dan perpecahan ASEAN kian meningkat.

Suara.com - Di tengah sorotan dunia yang terpaku pada eskalasi konflik di Timur Tengah, sebuah dinamika geopolitik krusial tengah bergejolak di halaman rumah sendiri yakni Laut Cina Selatan (LCS). Di bawah bayang-bayang sikap agresif Cina, negara-negara ASEAN kini berkejaran dengan waktu untuk menuntaskan Kode Etik Perilaku (Code of Conduct/COC) yang telah tertunda selama puluhan tahun.

Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI), Johanes Herlijanto, menegaskan bahwa kehadiran COC sudah tidak bisa ditawar lagi. Menurutnya, pedoman ini menjadi kunci utama menjaga stabilitas di kawasan yang melibatkan sengketa antara RRC, Taiwan, serta empat negara ASEAN; Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei.

"Cina belakangan semakin memperlihatkan sikap yang cenderung agresif," ujar Johanes usai seminar bertajuk “Pedoman Tata Perilaku (Code of Conduct) di Laut China Selatan: Arti Penting bagi ASEAN dan Indonesia” yang digelar FSI di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Pemerhati Cina dari Universitas Pelita Harapan (UPH) ini menyoroti bagaimana dalam 15 tahun terakhir, Beijing kerap melakukan gangguan di wilayah kedaulatan negara ASEAN melalui milisi nelayan dan satuan Coast Guard. Meski Indonesia bukan negara pengklaim (non-claimant state), dampak "getahnya" sangat terasa.

Sengketa ini memicu penerobosan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dekat Kepulauan Natuna, yang didasari oleh klaim sepihak 10 garis putus-putus (ten-dash line) Cina—sebuah klaim yang dinilai pakar bertentangan dengan hukum laut internasional (UNCLOS).

Direktur Kerja Sama Politik Keamanan ASEAN Kemenlu RI, Ahmad Shaleh Bawazir, mengungkapkan bahwa titik terang mulai terlihat saat keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 lalu. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan COC pada tahun 2026.

“Bagi Indonesia, kehadiran COC yang substantif dan implementatif sama pentingnya dengan ketepatan tenggat waktu,” tegas Ahmad. Ia memastikan Indonesia tetap pada posisi netral sebagai honest broker yang berpegang teguh pada UNCLOS.

Senada dengan itu, Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Salim mengingatkan adanya risiko besar jika COC gagal tercapai. Mulai dari eskalasi konflik terbuka, pecahnya solidaritas ASEAN, hingga perlombaan senjata di kawasan. Namun, keberhasilan COC pun membawa tantangan baru dalam penegakan hukum.

"Kunci keberhasilan menjaga stabilitas di LCS ada pada sinergi antara diplomasi dan kekuatan militer," kata Laksma Salim, menekankan perlunya penguatan postur pertahanan maritim TNI AL.

Sikap asertif Cina dengan taktik grey zone dan militerisasi maritim kian mengkhawatirkan. Guru Besar Hukum Laut Internasional UI, Prof. Arie Afriansyah, menilai ketegangan meningkat karena kekuatan besar dunia sedang terfokus pada konflik Timur Tengah.

“Untuk sementara ini, tidak ada lagi penyeimbang yang sepadan dengan Cina,” ungkap Prof. Arie.

Dalam situasi vakum penyeimbang ini, Indonesia diharapkan terus menjadi mesin penggerak ASEAN untuk memastikan COC yang dihasilkan benar-benar ideal, berlandaskan UNCLOS, dan mampu meredam ego sektoral demi kedamaian ekonomi serta keamanan regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Polemik Paspor, Dean James Diparkir dari Latihan Go Ahead Eagles

Dampak Polemik Paspor, Dean James Diparkir dari Latihan Go Ahead Eagles

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:12 WIB

Dony Tri Pamungkas Bikin Takjub Bintang Klub Liga Prancis: Saya Tunggu di Eropa!

Dony Tri Pamungkas Bikin Takjub Bintang Klub Liga Prancis: Saya Tunggu di Eropa!

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:20 WIB

Isu Damai ASIran Picu Kekhawatiran, Israel Bersiap Luncurkan Serangan Darurat

Isu Damai ASIran Picu Kekhawatiran, Israel Bersiap Luncurkan Serangan Darurat

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:30 WIB

Terkini

Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas

Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:03 WIB

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58 WIB

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:52 WIB

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:49 WIB

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:37 WIB

Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik

Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:28 WIB