Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]
  • IHSG naik 1,93 persen setelah optimisme pasar meningkat akibat potensi berakhirnya konflik AS-Iran dan penguatan Wall Street.
  • Sektor industri melonjak 6,11 persen sebagai pendorong utama, sementara rupiah juga menguat tipis ke Rp16.975 per dolar AS
  • Secara teknikal IHSG berpotensi lanjut naik ke 7.200–7.300, namun dibayangi data ekonomi seperti PMI dan surplus perdagangan yang melemah, meski inflasi mulai melandai.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai bangkit pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Penguatan indeks ini setelah ada harapan damai atas perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat 1,93 persen ke level 7.184. Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

Sentimen positif datang dari bursa global, khususnya Wall Street yang melonjak tajam pada perdagangan sebelumnya. Optimisme pasar meningkat setelah muncul sinyal bahwa konflik AS-Iran berpotensi segera berakhir.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengisyaratkan bahwa negaranya akan keluar dari konflik tersebut dalam dua hingga tiga pekan.

Dari dalam negeri, penguatan IHSG ditopang oleh kinerja sejumlah sektor. Saham sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,11 persen, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah tipis sebesar 0,2 persen.

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]

Nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan, ditutup naik 0,09 persen ke level Rp16.975 per dolar AS di pasar spot.

Secara teknikal, IHSG dinilai masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Indeks diperkirakan akan menguji area resistance di kisaran 7.200 hingga 7.300, dengan support di level 7.100 dan pivot di 7.200.

"Secara teknikal, beberapa indikator menunjukkan IHSG berpeluang melanjutkan rebound dan menguji level 7.200-7.300," tulis riset tersebut.

Meski demikian, sejumlah data ekonomi domestik menunjukkan sinyal beragam. Indeks manufaktur S&P Global Indonesia melemah ke level 50,1 pada Maret 2026 dari sebelumnya 53,8 pada Februari.

Surplus neraca perdagangan juga turun menjadi 1,28 miliar dolar AS pada Februari 2026, dibandingkan 3,09 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Namun, angka tersebut masih lebih baik dibandingkan surplus Januari 2026 yang sebesar 0,96 miliar dolar AS.

Sementara itu, inflasi Maret 2026 tercatat melandai menjadi 0,41 persen secara bulanan (MoM) dan 3,48 persen secara tahunan (YoY), lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 0,68 persen MoM dan 4,76 persen YoY.

Dengan kombinasi sentimen global yang positif dan indikator domestik yang beragam, pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat ditentukan oleh arah perkembangan geopolitik serta respons pasar terhadap data ekonomi terbaru.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 30,03 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,44 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,98 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 494 saham bergerak naik, sedangkan 224 saham mengalami penurunan, dan 240 saham tidak mengalami pergerakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:39 WIB

Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional

Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:44 WIB

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:03 WIB

Terkini

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB