Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 03 April 2026 | 06:40 WIB
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
Ilustrasi daging sapi. (Freepik)
  • Harga daging sapi di pasar tradisional melonjak menjadi Rp142 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram pada April 2026.
  • Kebijakan impor 700 ribu ekor sapi oleh Badan Pangan Nasional belum efektif menurunkan harga daging di pasaran.
  • IKAPPI menyarankan pemerintah memperkuat produksi pangan dalam negeri serta memperbaiki tata niaga distribusi untuk menekan lonjakan harga.

Suara.com - Harga daging sapi di pasar tradisional kembali merangkak naik. Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan impor sapi yang sebelumnya digadang-gadang untuk menstabilkan harga di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan lonjakan harga tersebut justru bertolak belakang dengan tujuan kebijakan impor.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah melakukan impor 700 ribu ekor sapi untuk kebutuhan pangan pada pertengahan Maret lalu.

"Untuk daging sapi memang terjadi kenaikan yang tentunya ini kontradiksi terhadap alasan impor daging sapi untuk stabilisasi. Namun faktanya daging masih belum terjun bebas harganya," ujar Reynaldi kepada Suara.com, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebutkan, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp142 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal harga daging sapi biasanya berada di rentang Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

"Sekarang harga daging sapi di pasar sudah berkisar Rp142 ribu sampai Rp145 ribu," kata Reynaldi.

Sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung PrioK, Jakarta Utara, Selasa (2/9).
Sapi impor di Pelabuhan Tanjung PrioK, Jakarta Utara.

Menurut dia, kenaikan harga ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas kebijakan impor sapi yang volumenya cukup besar pada tahun ini. Bahkan, jumlah impor disebut mencapai ratusan ribu ekor sapi bakalan.

"Alasan untuk melakukan stabilisasi harga daging yaitu impor yang dilakukan pemerintah. Namun faktanya tidak cenderung turun harga dagingnya," ungkapnya.

Sebagai solusi, IKAPPI mendorong pemerintah untuk memperkuat sektor produksi dalam negeri, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan pasokan yang melimpah sehingga mampu menekan harga di tingkat konsumen.

"Yang terutama tentu penguatan sentra-sentra pertanian, peternakan dan perikanan kita baik dari infrastrukturnya atau juga stimulus fiskal maupun non fiskal agar apa? Agar produksi di dalam negeri berlimpah tentunya dan itu mampu menekan harga di pasaran," kata Reynaldi.

Tak hanya itu, perbaikan tata niaga pangan juga dinilai menjadi kunci untuk mengatasi lonjakan harga yang kerap terjadi. Mulai dari distribusi hingga mekanisme di pasar perlu dibenahi agar lebih efisien.

"Kedua memperbaiki tata niaga pangan kita baik dari hulu - distribusi - dan terakhir hilirnya yaitu di pasar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Daging Sapi di Bawah HAP, Pasokan Terjamin Jelang Lebaran 2025

Harga Daging Sapi di Bawah HAP, Pasokan Terjamin Jelang Lebaran 2025

Bisnis | Jum'at, 14 Maret 2025 | 11:47 WIB

Ikappi Anggap Ucapan Viral Gus Miftah Lukai Perasaan Pedagang Kecil

Ikappi Anggap Ucapan Viral Gus Miftah Lukai Perasaan Pedagang Kecil

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 08:39 WIB

Pedagang ITC Serentak Tutup Toko, Ikappi: Harusnya Pemerintah Beri Edukasi, Bukan Razia

Pedagang ITC Serentak Tutup Toko, Ikappi: Harusnya Pemerintah Beri Edukasi, Bukan Razia

Bisnis | Minggu, 21 Juli 2024 | 09:56 WIB

Ditanya Soal Harga Beras Masih Mahal, Jokowi Jawab Dengan Cetus: Coba Dicek!

Ditanya Soal Harga Beras Masih Mahal, Jokowi Jawab Dengan Cetus: Coba Dicek!

Bisnis | Rabu, 28 Februari 2024 | 13:48 WIB

Kemendag Diminta Tak Terburu-buru Terbitkan Izin Impor Sapi Bakalan, Utamakan Peternak Lokal

Kemendag Diminta Tak Terburu-buru Terbitkan Izin Impor Sapi Bakalan, Utamakan Peternak Lokal

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2024 | 07:29 WIB

Pedagang Pasar: Harga Beras Tak Jelas, Premium Tembus Rp 18.500 per Kg

Pedagang Pasar: Harga Beras Tak Jelas, Premium Tembus Rp 18.500 per Kg

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 10:49 WIB

Terkini

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:09 WIB

Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK

Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:46 WIB

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:34 WIB

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:08 WIB

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:29 WIB

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:50 WIB