Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 05 April 2026 | 14:14 WIB
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ketua Ikappi, Reynaldi, menyatakan kebijakan pembatasan BBM pada 5 April 2026 berisiko meningkatkan biaya logistik dan harga pangan.
  • Sistem distribusi pangan konvensional yang bergantung pada energi membuat fluktuasi harga komoditas sulit ditekan di berbagai wilayah.
  • Pemerintah disarankan memperkuat sentra produksi dalam negeri serta memperbaiki tata niaga pangan guna menstabilkan harga pasar secara alami.

Suara.com - Rencana kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah dinilai berisiko memberikan dampak berantai terhadap stabilitas harga pangan di dalam negeri.

Kekhawatiran ini muncul di tengah kondisi harga sejumlah komoditas di pasar tradisional yang hingga kini masih menunjukkan fluktuasi dan belum kembali ke level ideal.

Sekjen Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan, menyoroti bahwa ketergantungan sektor distribusi pangan pada sistem konvensional menjadikan harga pangan sangat sensitif terhadap perubahan biaya energi.

Menurutnya, transportasi logistik merupakan komponen vital dalam menyalurkan bahan pangan dari produsen ke konsumen.

“Tentunya nanti (pembatasan BBM) akan berpengaruh (terhadap kenaikan harga pangan),” ujar Reynaldi saat memberikan keterangan pada Minggu (5/4/2026).

Reynaldi menjelaskan bahwa kebijakan penghematan energi, seperti pemberlakuan work from home (WFH), tidak serta-merta berdampak pada penurunan harga pangan.

Hal ini dikarenakan rantai pasok pangan tetap menuntut mobilitas tinggi yang tidak bisa digantikan oleh sistem kerja jarak jauh. Apalagi, Indonesia memiliki tantangan geografis yang luas untuk menjangkau wilayah pelosok.

Ia menambahkan bahwa distribusi dari sentra produksi menuju pasar membutuhkan biaya logistik yang besar.

Akses ke daerah terpencil yang sulit dijangkau akan mengonsumsi energi lebih banyak, sehingga setiap perubahan kebijakan BBM akan langsung membebani ongkos angkut.

baca juga

“Pendistribusian kita masih konvensional. Bagaimana dengan daerah-daerah pelosok yang kesulitan akses, tentu akan memakan energi yang besar,” tuturnya.

Harga Daging Sapi Masih Bertahan Tinggi

Kondisi harga komoditas saat ini pun terpantau masih beragam. Reynaldi mencontohkan harga daging sapi yang masih tertahan di kisaran Rp142.000 hingga Rp145.000 per kilogram.

Padahal, harga normal komoditas tersebut idealnya berada di rentang Rp125.000 sampai Rp130.000 per kilogram.

Tingginya harga ini dinilai kontradiktif dengan upaya pemerintah yang melakukan impor daging sapi untuk stabilisasi harga. Menurut Reynaldi, kenaikan biaya logistik yang dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia turut memperberat beban distribusi sehingga harga di pasar sulit turun.

“Untuk daging sapi memang terjadi kenaikan. Ini kontradiksi dengan alasan impor daging sapi untuk stabilisasi, namun faktanya harga belum juga turun secara signifikan,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR: WFH Jumat Jadi Opsi Hemat Energi Nasional

DPR: WFH Jumat Jadi Opsi Hemat Energi Nasional

Video | Minggu, 05 April 2026 | 13:41 WIB

Awas Terjebak! Pindah ke EV Saat Krisis BBM Cuma Pindah Masalah

Awas Terjebak! Pindah ke EV Saat Krisis BBM Cuma Pindah Masalah

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 13:35 WIB

Sama-sama RON 92, Intip Perbedaan Formula BBM Pertamina Hingga Shell

Sama-sama RON 92, Intip Perbedaan Formula BBM Pertamina Hingga Shell

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 11:05 WIB

5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya

5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya

Lifestyle | Jum'at, 03 April 2026 | 19:10 WIB

5 Motor Bekas Paling Irit dan Jarang Rewel, Hemat Biaya dan Minim Perawatan!

5 Motor Bekas Paling Irit dan Jarang Rewel, Hemat Biaya dan Minim Perawatan!

Otomotif | Minggu, 05 April 2026 | 07:35 WIB

Negara Asia Tenggara Alami Krisis BBM, Antrean Berjam-jam hingga Sekolah Diliburkan

Negara Asia Tenggara Alami Krisis BBM, Antrean Berjam-jam hingga Sekolah Diliburkan

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

×